Padang  

Perluas Penggunaan Pembayaran Digital, Bank Indonesia Dorong UMKM di Sumbar

UMKM
Salah seorang pedagang sate menyiapkan pesanan pembeli yang menggunakan metode pembayaran digital (QRIS), di Padang, Sumbar, Minggu (22/10/2023).

Padang – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus memperluas metode pembayaran digital dengan fokus pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah ini. Upaya ini terwujud melalui Festival QRISATE Nagari yang bekerja sama dengan salah satu bank daerah.

Dandy Indarto Seno, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pembayaran digital, terutama menggunakan QRIS, akan sangat membantu dan memudahkan masyarakat serta pelaku UMKM.

Dandy menjelaskan bahwa penggunaan QRIS perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pembayaran tunai. Pertama, QRIS membantu mengurangi biaya cetak uang, yang memerlukan anggaran besar. Selain itu, transaksi QRIS juga dapat mengurangi biaya pendistribusian uang fisik ke seluruh Nusantara.

“Dengan QRIS, kita bisa menghemat biaya pencetakan uang, dan itu akan memudahkan transaksi tanpa khawatir tentang uang palsu,” ungkap Dandy.

Baca Juga  KPU Sumbar Ingatkan Parpol Segera Buat Rekening Khusus Dana Kampanye

Selain itu, dalam konteks tahun politik, BI juga mengkhawatirkan adanya peredaran uang palsu di masyarakat. Oleh karena itu, metode pembayaran digital, seperti QRIS, sangat membantu dalam mencegah peredaran uang palsu.

“QRIS sangat membantu dalam memitigasi risiko terkait uang palsu,” tambahnya.

Penggunaan QRIS juga memberikan keuntungan praktis, terutama bagi pedagang, yang tidak perlu lagi mencari pecahan kecil atau uang kembalian dalam transaksi. Selain itu, QRIS menggantikan praktik permen sebagai uang kembalian, yang sebenarnya bukan alat transaksi yang sah.

Dalam konteks Sumatera Barat, penggunaan QRIS mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 94 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022. Hingga September 2023, BI Sumbar mencatat ada 676.199 pengguna QRIS, dengan 97 persennya adalah pelaku UMKM, termasuk pedagang sate. Lebih spesifik, ada 456.702 dagangan yang menggunakan QRIS.

Tercatat juga bahwa nilai transaksi dengan QRIS mencapai Rp781 miliar pada tahun 2023, mengalami peningkatan sebesar 200 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringatan Hari Dharma Samudera ke-62 di Atas KRI Cakalang

Dukungan BI dalam penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM tidak hanya terkait dengan transformasi pembayaran digital, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan pelestarian kuliner tradisional. Festival QRISATE Nagari adalah bukti nyata bahwa pelaku UMKM di Sumbar telah menerapkan pembayaran digital dan mengkampanyekan metode pembayaran ini secara luas. (des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *