Padang  

Konstruksi Jalan Tol Padang Sicincin Mempengaruhi Gagal Panen dan Menimbulkan Kekecewaan Petani

Jalan Tol
ilustrasi Jalan Tol

Padang – Bagian dari Jalan Tol Padang Sicincin terbukti memiliki dampak yang merugikan, terutama bagi para petani di sekitarnya. Jalan tol yang dianggap sebagai jalan tol paling rumit ini membuat para petani merasa emosi dan tidak berdaya.

Protes dari warga terhadap bagian tertentu dari Jalan Tol Padang Sicincin telah menyebabkan kegelisahan. Bagian jalan tol ini menyebabkan kerugian bagi para petani, mari kita simak lebih lanjut.

Akibat dari konstruksi yang merugikan para petani, warga protes dan mengeluh kepada Hutama Karya, kontraktor pembangunan seksi jalan tol Padang Pekanbaru. Selain itu, warga juga mengeluh kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Bagian dari Jalan Tol Padang Sicincin yang merugikan para petani adalah gorong-gorong.

“Kondisi Gorong-Gorong Tol di Trase Padang Sicincin seperti ini, siapa yang bertanggung jawab, Pak? Petani gagal panen karena sampah di dalamnya. Gorong-gorongnya kecil dan tidak ada jeruji penyaring,” keluh akun Twitter @Tommyadam19 pada Minggu, 16 Juli 2023.

Akun tersebut mengeluhkan kualitas pembangunan irigasi Jalan Tol Padang Sicincin yang membuat para petani kesulitan, terutama saat musim hujan.

Baca Juga  Kepala BNPB, Kekeringan Ancam Pasokan Air dan Produktivitas Pertanian

“Kualitas pembangunan irigasi seperti ini, sungguh memprihatinkan. Para petani sangat terkena dampaknya, terutama saat musim hujan. Bagian timur ruas tol ini seperti danau yang tergenang, mengakibatkan seluruh padi tenggelam. Akibatnya, gagal panen,” tulis akun tersebut.

Akun tersebut juga menyoroti keluhan petani mengenai alasan mengapa konstruksi beton irigasi jalan tol tidak terhubung dengan gorong-gorong.

Dengan desain seperti itu, genangan air akan langsung mengalir ke lahan persawahan saat hujan deras.

“Jika genangan terjadi pada awal musim tanam, keong akan merusak tanaman dengan merayap dan memakan jaringan tanaman. Petani terpaksa harus menanam benih padi kembali. (Ini adalah wawancara dua hari yang lalu dengan seorang petani di sana),” jelas akun tersebut.

Menurut data dari Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum per Juni 2023, perkembangan pengadaan lahan untuk seksi Padang-Sicincin telah mencapai 88,9 persen, dengan konstruksi yang telah mencapai 28,8 persen. Pembangunan ruas tol ini dilakukan oleh Hutama Karya.

Hutama Karya memastikan bahwa proyek Jalan Tol Padang-Sicincin akan terus berlanjut, dengan target operasional pada pertengahan tahun 2024.

Baca Juga  Buka Rakor Dinas PPPA&PPKB Sumbar, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Pentingnya Fungsi Keluarga dan Kepedulian Masyarakat

Jalan Tol Padang-Sicincin akan memiliki 2 x 2 lajur dengan kecepatan rencana 80 km/jam, yang akan mempersingkat waktu perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam melalui jalan arteri menjadi sekitar 3 jam.

Selain itu, jalan tol ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, seperti 2 rest area di sisi kiri dan kanan pada STA 23+000, yang akan menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan tol.

Untuk kelengkapan struktur, akan ada 16 jembatan utama, 2 overpass, dan 2 gerbang tol serta fasilitas lainnya.

Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat mempermudah konektivitas antar daerah serta pendistribusian logistik di area tersebut.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *