Antisipasi Bencana, Sumbar Akan Bangun Jalan Penyangga Lembah Anai

Antisipasi Bencana
Gubernur Sumbar, Mahyeldi meninjau kondisi kerusakan infrastruktur jalan di Silaiang, Kabupaten Tanahdatar akibat bencana banjir dan banjir bandang, Sabtu (11/5).

Padang Panjang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sedang mempertimbangkan usulan dari masyarakat terkait pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan 2×11 Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman dengan Kota Padangpanjang untuk mendukung jalur Lembah Anai.

Mahyeldi menyatakan bahwa potensi kebutuhan tersebut cukup signifikan karena hingga saat ini belum ada jalan alternatif yang menghubungkan kedua daerah tersebut selain jalan nasional melalui Lembah Anai yang sering mengalami bencana alam.

“Kami harus mempertimbangkan usulan ini sebagai langkah antisipatif jika suatu saat jalan melalui Lembah Anai tidak dapat dilalui,” ujar Mahyeldi setelah menerima audiensi dari KAN Nagari Gunuang Kota Padang Panjang, KAN Nagari Guguak Kec. 2X11 Kayu Tanam, dan KAN Nagari Anduriang Kabupaten Padang Pariaman di Rapat Ruang Kantor Gubernur pada Jumat (31/5/2024).

Baca Juga  Rp40 Juta untuk Korban Kebakaran Sigando

Mengingat daerah sekitarnya terdiri dari hutan lindung dan margasatwa, Gubernur Mahyeldi menyarankan kepada Kepala Dinas PU Kota Padang Panjang untuk menentukan titik koordinat rencana jalan tersebut agar proses perizinan dapat segera diurus ke kementerian terkait.

“Pembiayaan juga perlu dipertimbangkan. Jika kita tidak mampu, kita akan mengajukan proposal ke Pemerintah Pusat,” jelas Mahyeldi.

Salah satu Pengurus KAN Nagari Gunuang Kota Padang Panjang, Nurmai Nazar Dt. Tan Rajo Lelo, menyatakan bahwa usulan tersebut telah disepakati dalam musyawarah di setiap nagari terkait.

“Semua telah menyetujui dan siap mendukung pemerintah dalam proses pembangunan,” ujar Nurmai Nazar Dt. Tan Rajo Lelo.

Dia juga menambahkan bahwa jalan yang diusulkan sebelumnya telah digunakan sebagai jalur utama transportasi masyarakat Kayu Tanam menuju Kota Padang Panjang pada masa penjajahan untuk mengangkut barang dagangan menggunakan kuda.

Baca Juga  Harga Bawang Putih dan Bawang Bombai Patut Diwaspadai

“Ini bukanlah jalur baru, melainkan jalur lama yang akan dihidupkan kembali dengan panjang sekitar 7 kilometer,” tambahnya.

Dengan dasar tersebut, pihaknya berharap bahwa usulan ini dapat diterima oleh pemerintah sebagai salah satu solusi untuk mendukung jalur nasional di Lembah Anai yang rawan terhadap bencana.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *