Strategi Kolaborasi Suzuki dalam Menghadapi Persaingan Industri Otomotif

Ilustrasi 3 merek mobil bagian dari Suzuki.
Ilustrasi 3 merek mobil bagian dari Suzuki

Fajarharapan.id – Ada 3 merek mobil yang ternyata berasal dari Suzuki. Suzuki, sebagai produsen mobil Jepang, bersaing ketat dengan merek kendaraan lainnya.

Suzuki dikenal dengan mobil-mobilnya yang terjangkau dan mudah dirawat, yang juga menjadi populer di Indonesia. Untuk menghadapi persaingan di pasar otomotif yang dinamis, Suzuki melakukan kerjasama dengan merek mobil lainnya.

Inilah mengapa 3 merek mobil tersebut ternyata bagian dari Suzuki. Khususnya, kolaborasi dalam pengembangan mobil listrik telah menjadi tren dalam industri otomotif. Persaingan semakin sengit dengan masuknya perusahaan teknologi dalam produksi mobil listrik, bahkan mobil tanpa pengemudi.

Menurut Presiden Toyota, Akio Toyoda, keikutsertaan Suzuki dan Daihatsu dalam perusahaan patungan ini memungkinkan mereka untuk memperluas kerjasama dalam pengembangan kendaraan komersial, termasuk kendaraan mini.

Baca Juga  Produksi Mobil Toyota, Honda, Mazda, dan Suzuki Dihentikan Akibat Penipuan

“Saya yakin, dengan langkah ini, kita dapat memajukan mobilitas masyarakat. Proyek ini, yang diberi nama Commercial Japan Partnership (CJP), memiliki tiga tujuan utama, termasuk meningkatkan efisiensi logistik dengan infrastruktur teknologi terkoneksi yang menghubungkan truk logistik dan kendaraan niaga mini,” ujarnya.

Selain itu, kerjasama tersebut bertujuan untuk memperluas penggunaan teknologi keselamatan pada kendaraan komersial, serta berkolaborasi dalam pengembangan teknologi elektrifikasi yang berkualitas dan terjangkau.

Kerjasama ini, yang diberi nama Commercial Japan Partnership (CJP), telah dimulai sejak April 2021. Awalnya, proyek ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi dari Toyota, Isuzu, dan Hino dalam pengembangan mobil komersial yang berbasis CASE (Connected, Autonomous, Shared, dan Electric).

Baca Juga  Pengiriman Surat Tilang via WhatsApp Ditunda oleh Korlantas Polri

Toyota, Isuzu, dan Hino menguasai 80 persen pasar truk di Jepang. Dengan kolaborasi ini, diharapkan teknologi kendaraan listrik, teknologi hidrogen, dan teknologi mobil otonom untuk segmen kendaraan komersial dapat ditingkatkan.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *