Inovasi Hyundai, Teknologi Aerodinamika Aktif untuk Mobil Listrik

Bukan perbesar kapasitas baterai, ini cara Hyundai tingkatkan jarak tempuh.
Bukan perbesar kapasitas baterai, ini cara Hyundai tingkatkan jarak tempuh.

Jakarta Produsen mobil listrik terus berinovasi untuk meningkatkan jarak tempuh. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas baterai. Namun, langkah ini seringkali membawa dampak pada bobot kendaraan dan ruang kabin.

Tetapi, Hyundai menempuh pendekatan yang berbeda. Mereka telah menemukan cara alternatif untuk meningkatkan jarak tempuh mobil listrik mereka. Sebagai produsen asal Korea Selatan, Hyundai telah menunjukkan keunggulan dengan memiliki tim balap yang fokus pada pengembangan teknologi aerodinamika.

Berdasarkan laporan dari Carscoops pada Selasa (19/3/2024), Hyundai Mobis telah mengembangkan perangkat aerodinamika aktif yang telah dipatenkan. Perangkat ini, yang dinamakan Integrated Front Face Module, terinspirasi dari konsep grille aktif dan dilengkapi dengan komponen yang dapat membuka dan menutup untuk mengurangi resistensi udara. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan aerodinamika sekaligus memungkinkan pertukaran panas, yang akan mengoptimalkan efisiensi pendinginan baterai.

Baca Juga  BMW Motorrad Luncurkan Motor Gede Termahal di IIMS 2024, M 1000 RR 50 Years Edition

Perangkat aerodinamika ini dirancang untuk secara otomatis menutup ketika mobil sedang berhenti dan hanya akan beroperasi saat kendaraan dalam keadaan bergerak.

Dengan desain ganda ini, Hyundai mengklaim jarak tempuh mobil listrik dapat ditingkatkan hingga sekitar 12,4 mil (20 km). Hyundai Mobis juga menegaskan bahwa teknologi ini sangat bermanfaat terutama untuk mobil crossover dan SUV, di mana opsi untuk meningkatkan aerodinamika terbatas.

Sebenarnya, teknologi ventilasi aktif juga telah diterapkan pada model-model seperti Ioniq 5 dan Ioniq 6 dengan nama Active Air Flap System. Sistem ini terletak di bawah bumper depan dan akan membuka ketika diperlukan pendinginan untuk baterai.

Hyundai Mobis menyatakan bahwa desain mobil listrik biasanya mengadopsi bentuk ramping atau streamline untuk mengurangi hambatan udara dengan menghilangkan kisi-kisi radiator. Namun demikian, hal ini terkadang malah menciptakan hambatan udara baru yang membuat mobil harus bekerja lebih keras dalam menembus angin. Oleh karena itu, Hyundai berusaha untuk membedakan diri dengan pendekatan yang inovatif ini, sambil meningkatkan performa aerodinamis kendaraannya.

Baca Juga  Perbedaan Harga, Hyundai Kona EV Lebih Terjangkau dari Ioniq 5

Meskipun telah dipatenkan, masih belum jelas kapan perangkat aerodinamika ini akan diterapkan pada model mobil Hyundai. Namun, diyakini bahwa teknologi ini akan digunakan pada model terbaru mereka, yakni Ioniq 7, yang mengusung konsep big SUV.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *