Sosok Pengemudi Xpander yang Tabrak Porsche, Identitasnya Diketahui?

Ilustrasi siapa pengemudi XPander.
Ilustrasi siapa pengemudi XPander

Fajarharapan.id – Sosok pengemudi Xpander yang menabrak Porsche menjadi sorotan warganet. Perhatian pun teralihkan pada plat nomor Mitsubishi Xpander dengan nomor B 8959 yang terbilang unik karena tidak memiliki huruf belakang.

Namun, siapa sebenarnya pengemudi Xpander yang menabrak Porsche? Kepolisian tidak merilis nama asli, hanya menyebutkan inisialnya sebagai SJ, yang berusia 42 tahun. Warganet menduga bahwa pengemudi tersebut merupakan individu yang berada dalam lingkaran kekayaan.

Menurut keterangan kepada polisi, tersangka tersebut ternyata seorang wiraswasta. “Kalau latar belakang saya belum tahu, kalau identitas inisialnya JS. Bukan (pegawai swasta), (tapi) dia ngakunya wiraswasta,” kata Kapolsek Teluk Naga AKP Wahyu Hidayat.

Baca Juga  Tabrakan Hebat di Showroom Mobil, Xpander vs Porsche, Pengemudi Terlibat Dalam Kondisi Mabuk

Perlu diketahui, mobil yang menabrak adalah Mitsubishi Xpander, sementara yang ditabrak adalah Porsche 911 GT3 yang harganya fantastis mencapai Rp9,3 miliar dengan status off the road.

Kejadian ini membuat netizen penasaran dengan identitas orang yang berani menabrak mobil mahal tersebut. Sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan bahwa pengemudi Xpander tersebut langsung dilakukan pemeriksaan. Pengemudi tersebut merupakan warga sekitar PIK 2 Tangerang yang pada pagi harinya mengonsumsi minuman keras.

“Paginya minum miras di rumahnya di sekitar lokasi dan pada saat keluar rumah membawa mobil dalam pengaruh miras. Dan saat melintasi jalan di depan showroom, tidak bisa mengendalikan mobil sehingga menabrak bangunan showroom,” kata Zain.

Baca Juga  Tabrakan Mobil Porsche GT 3 dan Xpander, Berapa Biaya Pajaknya?

Akibat peristiwa tersebut, bagian depan showroom yang terbuat dari kaca dan besi rusak berantakan. Kaca dan besi showroom ambruk berserakan akibat ditabrak oleh mobil tersebut.

Atas kejadian tersebut, polisi menahan J karena telah ditetapkan sebagai tersangka. J dijerat dengan Pasal 200 KUHP dan/atau 406 KUHP.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *