Pabrik Baterai Mobil Listrik GM Factory Zero Terbakar, GM Alami Kerugian Besar

Kebakaran pabrik baterai mobil listrik, GM Factory Zero rugi Rp15,7 miliar.
Kebakaran pabrik baterai mobil listrik, GM Factory Zero rugi Rp15,7 miliar.

Jakarta Pabrik baterai mobil listrik GM Factory Zero di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, mengalami kebakaran pada pertengahan Desember 2023, menyebabkan kerugian sekitar 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp15,7 miliar. Selain itu, kerusakan properti akibat kejadian tersebut mencapai 300.000 dolar AS.

Kebakaran di pabrik baterai mobil listrik GM diduga berasal dari forklift yang melubangi wadah material baterai. Bahan baku baterai yang terdiri dari nikel, mangan, dan kobalt diketahui mudah terbakar.

Dilaporkan bahwa sebanyak 100 petugas pemadam kebakaran dan 2 lusin truk pemadam diperlukan untuk memadamkan api. Selama insiden, seorang petugas pemadam kebakaran terluka saat keluar dari pabrik, dan seluruh petugas terpapar gas lithium-ion yang berbahaya.

Baca Juga  Hyundai LG Indonesia Buka Pabrik Baterai EV Terbesar di Asia Tenggara

Menurut laporan, petugas pemadam kebakaran setempat berjuang selama lebih dari tujuh jam untuk mengendalikan situasi. Sekitar lima palet baterai terbakar di dekat dermaga pemuatan ketika mereka tiba di lokasi.

Dennis Hunter, Kepala Pencegahan Kebakaran di Departemen Pemadam Kebakaran Detroit, menyatakan bahwa baterai kendaraan listrik merupakan ancaman baru yang dihadapi oleh negara saat ini. Pihaknya bekerja sama dengan Factory Zero untuk meningkatkan rencana respons terhadap kejadian serupa di masa depan.

Tara Kuhnen, Juru Bicara GM, mengungkapkan bahwa GM telah menghubungi pemadam kebakaran setempat, tidak hanya ketika kejadian serius terjadi, tetapi juga untuk insiden-insiden kecil yang dapat ditangani dengan cepat.

Baca Juga  Tips Praktis Mengatasi Layar Smartphone Menghitam

Sementara itu, mempertimbangkan risiko yang timbul, beberapa produsen kini beralih ke produksi baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang lebih aman karena tidak mudah terbakar dan lebih ekonomis dalam hal biaya produksi, tanpa menggunakan nikel, kobalt, dan mangan (NCM).(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *