China Puncaki Penjualan Mobil Listrik di 2023, Rusia Berperan Penting

Mobil China tampak di perusahaan perakitan Rusia.
Mobil China tampak di perusahaan perakitan Rusia.

Jakarta – China berhasil meningkatkan penjualan mobil listrik mereka sepanjang tahun 2023. Mereka tidak hanya mendominasi pasar Asia, tetapi juga berhasil menembus pasar Eropa sebagai salah satu pasar potensial bagi negara Tirai Bambu tersebut. Menariknya, peningkatan penjualan mobil listrik China tersebut tidak lepas dari peran penting Rusia sebagai sekutu utama.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) yang dilansir oleh Carscoops, China berhasil mengekspor sebanyak 4,41 juta unit kendaraan antara Januari dan November. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 58 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.

Peningkatan penjualan terutama berasal dari ekspansi ke pasar Rusia. Menurut Nikkei Asia, China berhasil mengekspor 730.000 unit kendaraan ke Rusia antara Januari dan Oktober, yang merupakan peningkatan tujuh kali lipat dibandingkan dengan tahun 2022.

Mobil buatan China saat ini menguasai lebih dari 30 persen pangsa pasar, melebihi tiga kali lipat pangsa pasar mereka pada awal tahun. Bahkan, beberapa dealer mobil memperkirakan bahwa angka ini dapat mencapai sekitar 40 persen pada tahun 2023.

Jika produksi mobil dalam negeri mengalami stagnasi, penjualan oleh produsen mobil China dapat mencapai 70 persen dari total penjualan, demikian disampaikan oleh asosiasi tersebut. Bahkan, laporan autonews mencatat bahwa pabrik di wilayah Kaliningrad Rusia, yang dioperasikan oleh BMW dan mitra lokal Avtotor selama lebih dari 20 tahun, telah memulai uji produksi merek China. Sementara bekas pabrik Nissan di St. Petersburg juga akan segera mengikuti jejak tersebut.

Baca Juga  PT Hyundai Motors Indonesia Merilis Creta Alpha Matte, Inovasi Terbaru dalam Mobilitas Berkendara

Salah satu merek yang mencuat adalah BYD, yang berhasil mengungguli Tesla dari segi penjualan dan produksi mobil listrik. BYD berhasil menjual 525.409 unit mobil listrik, sedangkan Tesla hanya mencapai 484.500 unit pada kuartal keempat.

Tidak hanya mobil listrik, China juga mengalami peningkatan penjualan mobil konvensional. Selain Wuling, Chery Tiggo 7 Pro juga mencatat penjualan yang sangat positif sepanjang tahun 2023. Produsen mengklaim bahwa SUV tersebut terjual hingga 200.000 unit di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Vice President PT Chery Sales Indonesia (CSI), Harry Kamora, menyatakan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari dedikasi Chery Internasional. Chery Tiggo 7 Pro berhasil memecahkan rekor penjualan tahunan dan secara konsisten masuk ke dalam “Ten Thousand Units Club” setiap bulannya.

Baca Juga  BMW Group Indonesia Bawa Gebrakan dengan Kehadiran BMW i5 dan BMW iX1, Mobil Listrik Terbaru Siap Menyapa Tanah Air

“The Road to Southeast Asia: A Study of Consumer Perceptions and Market Opportunities for Chinese Automotive Brands” mengungkapkan bahwa mobil asal China, termasuk di Indonesia, dipilih oleh konsumen karena harga produk dan layanan yang kompetitif, teknologi dan inovasi yang ditawarkan. Alasan lain adalah fungsionalitas dan desain produk China, serta ketersediaannya melalui saluran online dan offline.

Quang Do, Vice President IMC Consulting di Vero, menyatakan bahwa merek-merek China juga dapat lebih mendalam untuk mengatasi masalah konsumen terkait adopsi kendaraan listrik, seperti infrastruktur pengisian daya dan sistem penukaran baterai yang nyaman.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *