Penyebab Kebakaran Pertamina Plumpang Terus Didalami, Korban Tewas Tercatat 19 Orang

 

.

Jakarta – Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran depo Pertamina Plumpang masih terus didalami. Meski begitu, pihak kepolisian telah mengungkap dugaan sementara penyebab kebakaran.

Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada saat peninjauan langsung lokasi insiden kebakaran di Integrated Terminal Jakarta, Plumpang, Jakarta Utara pada Sabtu (4/3).

“Tentunya untuk mencari tahu sumber apinya dari mana. Ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim. Saat ini, kita sedang mengumpulkan CCTV, saksi, dan hal-hal yang kita perlukan sifatnya teknis yang nanti bisa kita jelaskan tentang peristiwa yang sebenarnya khususnya terkait dengan sumber api,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Lebih lanjut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah mengungkap awal mula kebakaran. Dia mengatakan kebakaran terjadi saat pengisian BBM jenis pertamax di lokasi.

“Jadi sementara yang bisa kita jelaskan pada saat kejadian kemarin kurang lebih jam 20.00 WIB sedang terjadi pengisian atau penerimaan minyak jenis Pertamax dari Balongan diterima di Depo Plumpang,” jelasnya lagi sebagaimana dikutip detikcom.

Baca Juga  Hasil Real Madrid vs Atletico Madrid di Perempatfinal Copa del Rey 2022-2023: Menang 3-1 di Babak Tambahan, Los Blancos Lolos ke Semifinal

Saat proses pengisian BBM itulah gangguan teknis terjadi. Gangguan teknis itu memunculkan tekanan kuat dan lantas terjadi kebakaran. “Kemudian terjadi suatu gangguan teknis yang kemudian mengakibatkan tekanan berlebih. Setelah itu, didapati peristiwa terbakar,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, belasan orang meninggal dan puluhan mengalami luka-luka.Adapun beberapa jenazah korban kebakaran juga telah teridentifikasi.

Berdasarkan data yang tercatat, jumlah korban di Koramil 01 Koja ada 19 orang yang meninggal dunia. Sementara itu, jumlah korban kebakaran Depo Plumpang di RS Polri ada 15 jenazah dan satu bagian anggota tubuh.

Selain korban meninggal, kebakaran depo Pertamina Plumpang ini juga membuat warga sekitar kejadian harus diungsikan.

Di luar itu, kebakaran ini juga mengakibatkan Pertamina dan sejumlah warga mengalami kerugian baik secara materiil. Namun hingga saat ini belum ada perhitungan pasti terkait jumlah kerugian.

Baca Juga  Kisah Pesepakbola Legenda Andriy Shevchenko sang Keranjang Pembawa Trofi Asal Ukraina

Melihat kondisi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan dua opsi solusi agar tragedi mengerikan tersebut tidak terulang lagi.

Opsi pertama yang ditawarkan Jokowi adalah memindahkan Depo Pertamina Plumpang ke Pulau Reklamasi. Sedangkan opsi kedua, mereklokasi warga sekitar.

“Karena ini zona yang bahaya. Tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya. Bisa saja Plumpangnya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi,” kata Jokowi di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023).

Jokowi mengatakan soal kajian relokasi Depo Pertamina Plumpang atau warga akan diputuskan segera. Dia pun memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk memutuskan solusi yang dipilih. Sebab, kawasan Plumpang ini, menurutnya, memang zona berbahaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *