Batu Sitenah ‘Menelan Anak Kecil’ Sebuah Legenda Tersembunyi di Padang Lariang, Kabupaten Padang Pariaman

Batu Sitenah
Batu Sitenah

Padang Laring, fajarharapan.id – Setiap daerah memiliki cerita rakyat dan legenda yang menghiasi sejarah lokalnya. Di Korong Padang Laring Timur, Kenagarian III Koto Aur Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terdapat sebuah cerita menarik yang tidak banyak diketahui masyarakat, yaitu tentang Batu Sitenah.

Batu Sitenah adalah sebuah batu besar seukuran truk yang terletak dihamparan Landue, Korong Timur Padang Laring. Meskipun memiliki nilai sejarah yang kaya, banyak orang, termasuk penduduk setempat, belum mengetahui tentang keberadaan batu ini.

Menurut Uwaik Siyaih, salah satu warga Padang Laring, cerita tentang Batu Sitenah merupakan sebuah legenda yang sering diceritakan mulai dari generasi dewasa hingga anak-anak. Tujuan dari cerita ini adalah untuk mengajarkan budaya lokal dan mempertahankannya dari masa ke masa.

Legenda ini bermula dari pemukiman warga di daerah tersebut, yang pada masa lalu terdiri dari rumah-rumah sederhana dengan dinding kayu, atap pelupuh, dan lantai dari kayu.

Baca Juga  Jadwal Semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2023: Dejan/Gloria dan Anthony Ginting Jadi Andalan Indonesia

Dalam legenda ini, terdapat seorang ibu bernama Maryam dan dua anaknya, Tenah yang berusia sekitar 6 tahun dan Simanah yang berusia sekitar 4 tahun.

Maryam memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan kepala keluarga. Dia bekerja sebagai petani dan berladang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Suatu hari, di tengah terik matahari, Maryam sedang menjemur padi di dekat rumahnya. Tenah, anaknya, bermain di atas batu besar yang memiliki lubang di tengahnya. Ketika burung-burung datang dan memakan padi yang sedang dijemur, Maryam meminta bantuan Tenah untuk mengusir burung. Namun, Tenah lebih tertarik bermain dan tidak mendengarkan permintaan ibunya.

Maryam mengatakan kepada Tenah bahwa jika dia tidak mendengarkan perkataannya, Tenah akan ditelan batu. Tanpa sadar, Tenah jatuh ke dalam lubang batu tersebut dan menghilang tanpa jejak.

Melihat kepergian anaknya, Maryam menangis di dekat batu itu dan menyesali kata-katanya. Oleh karena itu, batu itu dinamakan Batu Sitenah.

Baca Juga  Soal Larangan Buka Bersama, Wali Kota Malang Bandingkan dengan Konser BlackPink

Konon, jika batu tersebut mengeluarkan suara, itu menjadi pertanda masuknya musuh atau adanya bahaya yang akan datang ke daerah tersebut.

Cerita legenda Batu Sitenah mengajarkan kita pentingnya menghormati orang tua, terutama ibu yang telah merawat dan menjaga kita sejak lahir.

Batu ini memiliki nilai sejarah yang tak kalah pentingnya dengan batu Malinkundang, Batu Bapaek, di Pagaruyuang, Batusangkar dan legenda lainnya. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui dan kurang tereksposnya batu ini membuatnya hanya menjadi kenangan yang tersimpan dalam zaman.

Demikianlah cerita tentang Batu Sitenah, sebuah legenda tersembunyi yang menyimpan pesan moral dan sejarah dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman. (andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *