KKB Culik 80 Orang, Mayoritas Perempuan dan Anak-Anak yang sedang Buka Lahan Pertanian

 

KKB menculik sedikitnya 80 orang di Nigeria


Bauxhi– Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menculik sedikitnya 80 orang di Nigeria. Mayoritas sandera merupakan perempuan dan anak-anak. 

Menurut tiga warga, penculikan terjadi di Desa Wanzamai, wilayah pemerintah lokal Tsafe, Negara Bagian Zamfara, Nigeria, Jumat (7/4/2023). Wilayah itu merupakan tempat rawan penculikan di mana pelaku akan meminta tebusan. 

KKB telah menyerang ratusan komunitas lokal di barat laut Nigeria dalam beberapa tahun terakhir. Sementara militan Islam terus melakukan serangan di timur laut, sebagaimana dikutip iNews.id.

Seorang warga, Musa Usman mengaku, putranya Ibrahim (14) termasuk di antara mereka yang diculik. Dia menjelaskan, anak-anak dan perempuan dari desa tersebut sedang membuka lahan untuk bertani. Mereka mengumpulkan kayu bakar ketika KKB dayang dan menggiringnya ke hutan terdekat.

Baca Juga  Para Ahli Berbagi Pemahaman Memilih Pendidikan dan Karir Pada Siswa Siswi SMA

“Anak-anak dari berbagai keluarga pergi mengumpulkan kayu bakar dan beberapa dari mereka pergi ke ladang untuk mencari pekerjaan manual ketika diculik,” kata Usman kepada Reuters melalui telepon, Sabtu (7/4/2023). 

Juru bicara kepolisian Zamfara, Mohammed Shehu mengonfirmasi insiden itu. Sayangnya, dia tidak mengatakan berapa banyak orang yang diculik.

“Polisi bekerja sama dengan militer dan penjaga keamanan masyarakat untuk menyelamatkan para korban,” katanya.

Warga lain, Haruna Noma mengatakan, beberapa dari mereka yang diculik berasal dari dua desa terdekat, Kucheri dan Danwuri. Mereka pergi ke Wanzamai untuk membuka lahan pertanian.

Baca Juga  Perjalanan KA Lintas Stasiun Tanjungkarang-Baturaja-Kertapati Terganggu, KAI Mohon Maaf

“Orang-orang bersenjata itu belum meminta uang tebusan,” kata warga.

Amina Tsafe yang juga warga setempat mengatakan putrinya juga diculik. Sebagian besar anak yang diambil berusia antara 12-17 tahun.

Penculik di Nigeria sering menahan korbannya selama berbulan-bulan jika uang tebusan tidak dibayarkan. KKB juga menuntut penduduk desa membayar biaya perlindungan agar diizinkan bertani dan memanen tanaman mereka.

Militer Nigeria telah mengebom kamp-kamp semak yang digunakan oleh gerombolan bersenjata. Sayangnya serangan terus berlanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *