Sambut Mudik 2023, PUPR Targetkan H-10 Lebaran Tak Ada Lagi Pengerjaan di Jalan Tol

Jalan Tol



Jakarta– Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pada H-10 Lebaran pengerjaan di jalan tol sudah harus dihentikan. Tujuannya untuk menyambut arus mudik Lebaran 2023.

Sekretaris BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Kementerian PUPR Triono Junoasmono saat ini ada beberapa ruas jalan tol yang memang dilakukan sedikit perbaikan, sebagaimana dikutip Okezone.com.

Bahkan tidak jarang perbaikan tersebut juga mengundang alat berat.

“Saat ini kita masih menyelesaikan (pengerjaan), akan kami targetkan selesai di H-10 lebaran, jadi setelah H-10 semua peralatan akan kami keluarkan, dan bisa digunakan tanpa gangguan ruas-ruas tersebut,” ujar Triono dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Senin (10/4/2023).

Harapannya jalan yang digunakan oleh pemudik nantinya dapat dilalui dengan aman dan selamat sampai tujuan.

Mengingat jumlah pemudik tahun 2023 ini melonjak drastis dari jumlah akumulatif tahun 2022 hanya sekitar 80 juta orang, pada tahun ini proyeksinya tembus 123 juta orang bergerak pada periode yang sama.

“Kami selalu memekakkan survey bersama untuk memastikan jalan tol yang beroperasi itu sesuai dan aman untuk digunakan, misal ada beberapa jalan lubang kami segera tindak lanjuti, ada pelebaran jalan juga kita selesaikan,” kaya Triono.

Baca Juga  Jemaah Haji 2023 Tertua 118 Tahun asal Madura, Kondisinya Sehat Siap Berangkat

Sekedar informasi tambahan, Kementerian PUPR mencatat ruas jalan nasional di Pulau Jawa yang siap digunakan untuk mudik lebaran sepanjang 4.858 km terbagi atas Lintas Utara Jawa 1.229 km, Lintas Tengah Jawa 1.197 km, Lintas Selatan Jawa 888 km, dan Pantai Selatan Jawa 1.543 km.

Sedangkan jalan tol di Pulau Jawa yang beroperasi sepanjang 1.716 km, dilengkapi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area sebanyak 90 TIP.

Selanjutnya, ruas jalan di Pulau Bali yang siap digunakan untuk Lebaran 2023 yaitu jalan nasional sepanjang 363,4 km terdiri dari Lintas Utara dan Selatan Pulau Bali, serta Tol Bali-Mandara di Pulau Bali sepanjang 10,1 km.

Kemudian di Pulau Sumatera, Jalan Nasional Trans Sumatera sepanjang 7.919 km yaitu Jalan Lintas Barat 2.562 km, Jalan Lintas Timur 3.019 km, dan Jalan Lintas Tengah 2.338 km.

Baca Juga  Penyaluran DAK Fisik di Pasaman dan Pasbar Masih Rendah

Sedangkan, Jalan tol Trans Sumatera yang operasional sepanjang 738 km dilengkapi 27 TIP dengan ruas jalan tol fungsional meliputi Kuala Tanjung-Tebing Tinggi Segmen Tebing Tinggi-SS Inderapura (28,5 km) dan Segmen Dolok Merawan- Sinaksak (15,6 km), Sigli-Banda Aceh Seksi 5-6 Blang Bintang-Baitussalam (12,7 km), Binjai-Langsa Seksi 2 Stabat-Jalan Proklamasi (7,2 km), Sp. Indralaya-Muara Enim Seksi Sp. Indralaya-Prabumulih (63,5 km).

Untuk Pulau Kalimantan, ruas jalan nasional yang digunakan sepanjang 6.556 km terdiri dari Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan dengan dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang operasional sepanjang 97,3 km.

Sementara di Sulawesi, ruas jalan nasional yang digunakan sepanjang 5.400 km terdiri dari Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur 1.820 km. Jalan tol yang operasional di Pulau Sulawesi sepanjang 61,5 km, terdiri dari Tol Ujung Pandang/Makassar Seksi 1-3 (10,1 km), Tol Makassar Seksi 4 (11,6 km) dan Tol Manado-Bitung (39,8 km).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *