Tekun, Puluhan Penyandang Disabilitas Belajar Baca Alquran dengan Bahasa Isyarat

 

Puluhan penyandang tuna rungu dan tuna wicara di Kabupaten Boyolali saat belajar membaca Alquran dengan bahasa isyarat.



Boyolali – Puluhan penyandang tuna rungu dan tuna wicara antusias belajar huruf hijaiyah dan membaca Alquran dengan bahasa isyarat. Mereka bersemangat belajar agama meskipun memiliki keterbatasan fisik. 

Kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadhan, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memanfaatkan waktu berbuka puasa. 

Baca Juga  Drama Duka Tabungan Siswa Dilarikan Mantan Kepala Sekolah, Nominalnya Rp800 Juta

Kegiatan belajar dilakukan puluhan penyandang bisu tuli yang tergabung dalam Komunitas Teman Tuli Boyolali. Kegiatan belajar mengenal huruf hijaiyah dan belajar membaca Alquran dilakukan di aula SLB BC YPCM Boyolali,sebagaimana dikutip iNews.id.

  

Keterbatasan tidak menyurutkan semangat mereka untuk bisa mengenal huruf hijaiyah dan membaca Alquran. Dengan antusias, para penyandang bisu tuli mengikuti setiap materi pembelajaran malalui bahasa isyarat menggunakan tangan dan jari.  

Baca Juga  Viral Dugaan Salah Cetak Mushaf Alquran, Ini Penjelasan Kemenag

Kegiatan sengaja dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan sarana mendekatkan diri kepada Tuhan di bulan Ramadhan. “Awalnya mengalami kesulitan, namun kalau tekun dan bertahap akhirnya bisa menguasai,” kata salah satu peserta, Aryanto, Selasa (11/4/2023). 

Diharapkan, kegiatan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan serta memotivasi penyandang bisu tuli di sekitar Boyolali untuk terus belajar huruf hijaiyah dan membaca Alquran dengan metode jari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *