Rekor Guinness, Sapi Viatina-19 Dijual Seharga Rp65,8 Miliar

Sapi Viatina
Sapi Viatina

Jakarta Sapi Viatina-19 dari Brasil diklaim sebagai sapi termahal di dunia dan telah masuk dalam Guinness World Records. Menurut laporan dari The Independent, sapi ini memecahkan rekor sebagai hewan ternak yang paling mahal yang pernah dilelang.

Harga sapi Viatina-19 mencapai sekitar Rp65,8 miliar atau setara dengan US$4 juta, tiga kali lipat lebih mahal daripada sapi rekornya sebelumnya. Sapi ini dimiliki oleh beberapa individu karena harganya yang fantastis.

Salah satu daya tarik utama dari Viatina-19 adalah kemampuannya membentuk otot dengan cepat dalam jumlah besar, serta postur tubuhnya yang kokoh, kuku yang kuat, kepatuhan, dan keindahannya. Sapi ini juga terkenal dengan bobotnya yang mencapai 1,2 ton dan warnanya yang putih bersih seperti salju.

Baca Juga  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Bunting Senilai Rp35 Miliar Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang

Karena nilai yang tinggi, sapi Viatina-19 selalu diawasi oleh kamera keamanan dan bahkan memiliki pengawal bersenjata. Para pemiliknya sering memamerkan keindahan sapi ini dengan memasang papan reklame di Brasil dan mengundang orang-orang untuk bertemu dengannya.

Viatina-19 adalah hasil dari upaya peternak Brasil yang dilakukan selama bertahun-tahun untuk menghasilkan sapi dengan daging lebih banyak. Mereka menggunakan teknik seperti ekstraksi telur dan air mani dari hewan juara, pembuatan embrio, dan penanaman embrio tersebut pada sapi pengganti untuk menciptakan keturunan yang luar biasa.

Salah satu pemilik Viatina-19, Ney Pereira, menjelaskan bahwa mereka tidak memanen ternak elit tetapi sedang mengembangbiakkannya. Sel telur Viatina-19 dapat dijual dengan harga yang sangat tinggi, mencapai sekitar Rp4,1 miliar atau US$250 ribu per sel telur.

Baca Juga  Ini 10 Program Kerja Hendry CH Bangun Setelah Terpilih Sebagai Ketua PWI Pusat 2023-2028

Saat ini, Viatina-19 sedang mengandung anak pertamanya dan Pereira berharap untuk memperluas kawanan sapinya dengan menjual sel telur ke luar negeri seperti Bolivia, Uni Emirat Arab, India, dan Amerika Serikat.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *