Konflik Buaya di Bangka Belitung, Ancaman bagi Penduduk dan Habitatnya

Buaya
Buaya

Pulau Bangka – Bangka Belitung, bekas tambang timah telah menjadi habitat bagi banyak buaya, yang kemudian masuk ke permukiman warga. Endi R. Yusuf, Manajer Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Babel, mengungkapkan kekhawatiran atas situasi ini.

Menurut Endi, konflik antara manusia dan buaya telah menimbulkan kekhawatiran serius. “Situasinya sangat mengkhawatirkan karena bukan hanya buaya yang menjadi korban, tetapi juga manusia. Konflik dengan buaya ini sangat berbahaya,” kata Endi seperti yang dilansir dari Insert Live pada Sabtu (27/4).

Dia menambahkan, bahwa kedua belah pihak menjadi korban, dengan banyaknya kasus kematian baik manusia maupun buaya.

Baca Juga  Guru dan Kreator Konten AS Prihatin dengan Ancaman Pemblokiran TikTok

Sementara itu, Kepala Dusun Bukit Layang, Sultanda, telah mengambil langkah dengan melarang kegiatan penambangan yang merusak ekosistem buaya. Namun, terkait keberadaan buaya di permukiman warga, Sultanda mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa memberikan imbauan kepada masyarakat.

Sultanda menegaskan bahwa upaya lainnya tidak dapat dilakukan selain memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di lokasi-lokasi yang menjadi habitat buaya. Dia juga mengimbau agar masyarakat menjaga lingkungan dan tidak merusaknya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *