Curah Hujan Tinggi, Jalan Penghubung Semarang-Temanggung Rawan Longsor

  

Ilustrasi – Longsor yang menutup jalan Sumowono-Temanggung beberapa waktu lalu. 




SEMARANG – Curah hujan di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang masih tinggi. Kondisi ini Berisiko membuat tebing di sepanjang jalan penghubung Sumowono-Kaloran, Temanggung rawan longsor

Pengendara kendaraan harus waspada saat melintas, utamanya saat hujan. Mereka harus ekstra hati-hati karena jalan licin, sehingga dibutuhkan kewaspadaan saat melint

asi jalur alternatif tersebut. Sepanjang jalur juga minim lampu penerangan, sehingga saat malam sangat gelap, sebagaimana dikutip iNews.id.

Baca Juga  Pj Wako Jasman Hadiri Raker PKPS/IKPS Kota Payakumbuh Dan Lima Puluh Kota

Sepanjang jalan mulai Sumowono hingga daerah Kaloran, Temanggung ada sejumlah jurang dengan kedalaman bervariasi dan tebing. Kontur tanahnya merah, sehingga saat diguyur hujan deras rawan longsor.

“Saat musim hujan kondisi jalan Sumowono-Temanggung memang rawan longsor dan kecelakaan. Pengendara harus waspada,” kata Suniprat (29) warga Candi Garon, Sumowono.

Menurut dia, tingkat kerawanan jalan sepanjang jalur alternatif itu cukup tinggi. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar jalan bisa aman dilalui dalam segala kondisi, baik malam maupun saat berkabut. 

Baca Juga  Suhu Panas DIY Capai 33 Derajat Celsius, BMKG: Tak Ada Kaitan dengan Erupsi Merapi

“Saya berharap, pemerintah segera memasang lampu penerangan jalan agar masyarakat bisa merasa nyaman saat melintas,” ucapnya.

Saat cuaca mendung atau setelah turun hujan, sepanjang jalan sering diselimuti kabut. Akibatnya, jarak pandang terbatas dan membahayakan pengguna jalan, khususnya yang tidak hafal medan jalan. 

“Pengendara kendaraan bermotor yang tidak hafal jalan, sebaiknya berjalan lambat atau menepi dulu,” kata Yunanto, warga lainnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *