PLTA Kayan Cascade Menuju Tahap Penting: Proyek Strategis dengan Kapasitas 9.000 MW

PLTA
Pembangunan PLTA di IKN terus dikebut. (PUPR)

Jakarta PT Kayan Hydro Energi (KHE), selaku pemilik, terus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade di Tanjungselor, Kalimantan Utara. Perusahaan menargetkan konstruksi bendungan pertama akan dimulai tahun depan.

Saat ini, tahap pembangunan PLTA dengan kapasitas total 9.000 megawatt (MW) telah mencapai pembangunan diversion channel (saluran pengalihan), yang sedang dilakukan melalui peledakan.

“Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Operasional KHE Khaerony mengatakan, “Saat ini, kami berkonsentrasi pada diversion channel agar paling tidak tahun depan sudah selesai dan kami bisa mengalihkan sungai untuk memulai konstruksi bendungan Kayan.”

Meskipun Khaerony belum dapat memastikan progres total pembangunan PLTA Kayan Cascade, Kementerian PUPR, KLHK, dan instansi terkait lainnya pada Agustus 2023 mencatat bahwa pembangunan telah mencapai 27%.

“Pastinya sekarang ada perubahan cukup drastis. Itu artinya laporan akan disampaikan oleh Indra Karya,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Dugaan Pemerasan, Ketua KPK Firli Bahuri Diperiksa Hari Ini

PLTA Kayan Cascade ini akan memanfaatkan aliran Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dengan lima bendungan yang dilengkapi lima hingga enam unit turbin pembangkit di masing-masing bendungan, PLTA ini ditargetkan menghasilkan listrik bersih sebesar 9.000 MW.

KHE menjalin kemitraan dengan perusahaan energi Jepang, Sumitomo Corporation, untuk proyek ini. Investasi mencapai USD17,8 miliar.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTA ini akan disalurkan ke kawasan industri hijau di Kalimantan Utara dan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Selain itu, akan memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan, termasuk kawasan industri hijau yang dikembangkan oleh PT Indonesia Strategis Industri (ISI).

PT Green Amoniak Indonesia, perusahaan yang akan beroperasi di kawasan industri ini, berharap agar PLTA Kayan Cascade segera beroperasi untuk memulai pembangunan pabrik amoniak di kawasan industri hijau. Selain menyediakan listrik dari PLTA, amoniak juga akan memanfaatkan air sebagai bahan baku pengganti gas.

Baca Juga  Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 49 Perwira Tinggi TNI

Setelah itu, kami baru akan memulai pembangunan pabrik. Kami akan mengkoordinasikan pembangunan pabrik dengan jadwal pembangunan PLTA,” ujar Presiden Direktur Green Amoniak Indonesia, Hari Supriyadi.

Meskipun listrik dari PLN dapat digunakan untuk pembangunan pabrik, Hari menyatakan bahwa hal tersebut tidak dilakukan karena tidak sesuai dengan produk hijau yang dihasilkan nantinya.

Hari menambahkan bahwa pihaknya berencana membangun dua pabrik di kawasan ISI, yakni pabrik amoniak dan pabrik hidrogen. Namun, yang telah dikonfirmasi dan menandatangani MoU hingga kini adalah pabrik amoniak. Kedua pabrik tersebut memerlukan daya listrik sekitar 600 MW.

Amoniak tersebut akan diekspor ke beberapa negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan,” tambahnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *