Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka Kasus Pemerasan Terhadap Mantan Menteri Pertanian

KPK
Ketua KPK Firli Bahuri tersangka dugaan pemerasan Mantan Menteri Pertanian.

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Penetapan tersangka tersebut disampaikan oleh Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, pada Rabu (22/11/2023), setelah melibatkan proses gelar perkara oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Kasus ini bermula dari laporan terkait dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap penanganan perkara di Kementerian Pertanian pada tahun 2021. Laporan tersebut diajukan ke Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2023, dan setelah serangkaian penyelidikan, kasus naik ke tahap penyidikan pada 6 Oktober 2023.

Sebanyak 91 saksi dan 8 ahli telah diperiksa dalam proses penyidikan, termasuk Firli Bahuri dan tiga pegawai KPK yang identitasnya belum diungkapkan. Pada saat yang bersamaan, polisi melakukan penggeledahan di rumah Firli di Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Pencairan Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan Capai Rp50,8 Triliun

Dalam penggeledahan tersebut, barang bukti yang disita mencakup Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Firli dari tahun 2019-2022 dan barang bukti elektronik guna mendalami dugaan gratifikasi.

Firli Bahuri dapat dijerat dengan pasal-pasal terkait pemerasan atau penerima gratifikasi, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidana yang mungkin dihadapi oleh tersangka adalah maksimal 5 tahun atau lebih, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *