KPK Temukan Cek Rp2 Triliun Saat Geledah Rumah Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

KPK
Syahrul Yasin Limpo Ditahan KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan sebuah cek senilai Rp2 triliun selama penggeledahan di rumah dinas mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Setelah kami memeriksa dan melakukan konfirmasi, kami memastikan bahwa barang bukti tersebut ada,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, saat diwawancarai oleh wartawan pada Senin (16/10/2023).

Namun, Ali belum bisa memastikan siapa pemilik sebenarnya dari cek berharga fantastis tersebut. Oleh karena itu, temuan ini akan segera dikonfirmasi kepada berbagai pihak terkait.

“Kami perlu melakukan konfirmasi dan klarifikasi dengan berbagai pihak terlebih dahulu, termasuk saksi, tersangka, dan pihak terkait lainnya,” ujar Ali.

Konfirmasi ini bertujuan untuk memastikan apakah cek senilai Rp2 triliun tersebut memiliki hubungan dengan kasus korupsi yang saat ini telah menetapkan tiga tersangka.

Baca Juga  Mudik Gratis TNI AL Dengan KRI Banda Aceh-593

“Kami ingin memastikan keabsahan cek tersebut, termasuk apakah ada kaitan langsung dengan pokok perkara yang sedang diusut oleh KPK saat ini,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menahan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), bersama-sama dengan Direktur Alat dan Mesin Kementerian Pertanian, Muhammad Hatta (MH).

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya telah menahan Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono (KS). Ketiganya diduga terlibata dalam tindak pidana korupsi di Kementan.

Para tersangka dituduh melanggar Pasal 12 huruf e dan 12B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca Juga  Menteri Pertanian Pastikan Impor 1,5 Juta Ton Beras Tidak Ganggu Produksi Petani

Sementara Syahrul Yasin Limpo juga dihadapkan pada pasal khusus, yakni Pasal 3 dan/atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(dj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *