Tolak Perpu Cipta Kerja, Mahasiswa-Buruh Ricuh dengan Polisi di DPRD Kota Tasikmalaya

Mahasiswa dan buruh di Kota Tasikmalaya membakar ban saat unjuk rasa menolak Perpu Cipta Kerja. Unjuk rasa ini diwarnai kericuhan.



TASIKMALAYA  – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Aliansi Tasikmalaya Bergerak menolak pengesahan Perpu Cipta Kerja di DPRD Kota Tasikmalaya, ricuh. 

Mahasiswa dan buruh terlibat aksi dorong dengan polisi. Peristiwa itu terjadi lantaran pengunjuk rasa memaksa masuk ke DPRD Kota Tasikmalaya. Namun aksi mereka diadang petugas Polres Tasikmalaya Kota yang berjaga.

Kontak fisik polisi dengan mahasiswa dan buruh pun tidak terhindarkan. Dalam aksinya masa menolak pengesahan Perpu Cipta Kerja yang dinilai menyengsarakan buruh. Sebelum berunjuk rasa di DPRD Kota Tasikmalaya, massa aksi berkumpul di simpang empat Jati. Kemudian mereka melakukan long march menuju gedung DPRD, sambil meneriakkan yel yel dan berorasi,sebagaimana dikutip iNews.id.

Baca Juga  DJP Sumbar dan Jambi Blokir 61 Rekening

Saat tiba di depan DPRD Kota Tasikmalaya, mereka melakukan orasi menolak Perpu Cipta Kerja. Selain itu, demonstran juga membakar ban bekas di tengah jalan sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur lain.  

Seusai melakukan orasi secara bergantian, sambil membawa poster dan spanduk, massa aksi kemudian mencoba merangsek masuk ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Namun diadang polisi.

Setelah aksi saling dorong dan kericuhan terjadi, akhirnya masa bisa masuk ke gedung DPRD. Perwakilan massa masuk ke ruang rapat paripurna untuk berdialog dengan anggota DRPD Kota Taiskmalaya dari beberapa fraksi. Koordinator aksi Muhammad Rafi Paza mengatakan, aksi yang dilakukan bersama masyarakat dan buruh ini sebagai bentuk penolakan terhadap pengesahan Perpu Cipta Kerja yang merugikan rakyat.

Baca Juga  Pj Wako Jasman Salut & Bangga Dengan Masyarakat Kota Payakumbuh

“Perpu Cipta Kerja dalam pembuatannya mengandung banyak permasalahan. Salah satunya tidak melibatkan partisipasi publik. Isinya juga jauh berbeda dari sebelumnya. Merugikan pekerja dan masyarakat,” kata Muhammad Rafi Paza. 

Setelah melakukan dialog dengan perwakilan anggota DPRD Kota Tasilmalaya, masa aksi akhirnya membubarkan diri. DPRD Kota Tasikmalaya berjanji meneruskan aspirasi mahasiswa dan buruh ke DPR dan pemerintah pusat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *