Soal Putusan Penundaan Pemilu, Jokowi: Pemerintah Berharap Tetap Berjalan

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah berkomitmen agar tahapan pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik.



Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah berkomitmen agar tahapan pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik. Dirinya meyakini tahapan pemilu tetap berjalan di tengah putusan PN Jakpus yang mengabulkan seluruh gugatan permohonan Partai Prima. Gugatan itu berdampak pada penundaan tahapan Pemilu 2024 hingga Juli 2025. 

“Ya kan sudah saya sampaikan bolak-balik, komitmen pemerintah untuk tahapan pemilu ini berjalan dengan baik,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat Senin (6/3/2023). Jokowi pun berharap tahapan Pemilu 2024 tetap berjalan karena anggarannya telah dipersiapkan dengan baik,sebagaimana dikutip iNews.id.

Baca Juga  Pemkab Solok Kembangkan Usaha Ternak Kambing Boerka dan Kebun Buah Naga untuk Meningkatkan Perekonomian Lokal

“Penyiapan anggaran juga sudah disiapkan dengan baik. Saya kira tahapan pemilu kita harapkan tetap berjalan,” kata Jokowi. Diketahui, PN Jakpus mengabulkan seluruh gugatan permohonan Partai Prima. Gugatan itu berdampak pada penundaan pemilu 2024 hingga Juli 2025. 

Gugatan tersebut diputus pada Kamis (2/3/2023) dengan Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong dan Hakim Anggota H Bakri serta Dominggus Silaban.  PN Jakpus menyatakan KPU telah melakukan perbuatan melawan hukum. KPU diminta untuk menghentikan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 hingga Juli 2025. KPU juga diminta untuk membayar ganti rugi materiel sebesar Rp500 juta kepada Partai Prima.  

Baca Juga  Tidak Ada Potensi Alam, Hanya Andalkan Kreatifitas, Desa Wisata Kubu Gadang Sukses Menarik Wisatawan Datang

Dalam gugatannya, Partai Prima merasa dirugikan oleh KPU dalam melakukan verifikasi administrasi partai politik yang ditetapkan lewat Rekapitulasi Hasil Verifikasi Administrasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu. Akibat verifikasi KPU tersebut, Partai Prima dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan tidak bisa mengikuti verifikasi faktual.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *