Bayi Berusia Satu Hari Diberi Air Putih, Akibatkan Perawatan di NICU

bayi
ilustrasi bayi

Jakarta – Sebuah peristiwa viral mengenai bayi berusia satu hari yang diberi air putih oleh sang nenek karena belum keluarnya Air Susu Ibu (ASI) dari ibu yang baru melahirkan, mengakibatkan bayi tersebut harus menjalani perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) di Bogor, Jawa Barat.

Dokter anak dan juga Ketua Satgas ASI dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita, menegaskan bahwa bayi seharusnya tidak diberi makanan atau minuman lain selain ASI.

Menurut Naomi, bagi bayi yang baru lahir, ASI adalah makanan yang paling cocok. Namun, jika ASI belum keluar, ibu tidak perlu panik.

“Jika pada hari pertama atau kedua ASI belum keluar, tidak perlu panik. Menyesuaikan dengan fisiologi, tidak seharusnya kita berharap ASI langsung keluar secara berlebihan. Ada proses yang dinamakan laktogenesis,” ujar Naomi dalam sebuah konferensi pers virtual Pekan ASI Sedunia 2023 yang diadakan bersama IDAI pada hari Senin (7/8).

Baca Juga  Polda Jateng Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata untuk Pengamanan Pemilu 2023/2024

Laktogenesis adalah proses perkembangan produksi susu yang terdiri dari tiga tahap. Berikut adalah tahapan-tahap laktogenesis seperti yang dikutip dari WebMD:

Tahap I
Tahap pertama dimulai sekitar minggu ke-16 kehamilan dan berlanjut hingga pertengahan kehamilan. Pada tahap ini, hormon estrogen dan progesteron meningkat, menyebabkan perubahan pada payudara seperti pertumbuhan ukuran, perubahan warna puting, dan produksi kolostrum (ASI pertama yang kaya nutrisi).

Tahap II
Tahap ini dimulai setelah melahirkan, di mana hormon progesteron menurun. Hormon prolaktin, kortisol, dan insulin meningkat. Kenaikan hormon-hormon ini merangsang tubuh untuk memproduksi susu. Sekitar 2-3 hari setelah melahirkan, ASI biasanya mulai keluar dan ibu mungkin merasa payudara membengkak atau penuh.

Baca Juga  Aparat Gabungan Terus Bersiaga di Wamena Pasca-Kerusuhan Tewaskan 10 Orang

Tahap III
Tahap ini adalah tahap menyusui. Pada tahap ini, puting payudara dipenuhi oleh saraf yang akan mengirim sinyal ke otak untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin saat bayi mengisap. Prolaktin merangsang produksi susu, sementara oksitosin merangsang kontraksi otot agar susu dapat mengalir.

Naomi menekankan bahwa proses menyusui secara langsung akan merangsang hormon tersebut. Oleh karena itu, ibu dan keluarga tidak perlu panik atau terburu-buru memberikan makanan lain seperti air putih atau susu formula.

“Jika pada awalnya hanya ada setitik susu, itu sudah cukup baik. Pada hari ketiga dan seterusnya, produksi susu akan semakin meningkat, jadi tidak ada alasan untuk memberikan makanan atau minuman lainnya,” tambahnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *