KCIC Ingatkan Warga Hindari Bermain Layang-Layang Dekat Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

Kereta Cepat
Kereta Cepat

Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengeluarkan peringatan kepada warga untuk tidak bermain layang-layang di dekat jalur rel kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan dan potensi bahaya pada operasional kereta.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa jalur KCJB dialiri arus listrik sebesar 27,5 KV yang berfungsi sebagai sumber penggerak melalui media pantograf yang terdapat di bagian atas kereta.

Pantograf tersebut terhubung dengan Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) atau Overhead Catenary System (OCS).

KCJB memiliki kecepatan tinggi hingga 350 km per jam ketika beroperasi, sehingga penting untuk menghindari benda asing yang berpotensi mengganggu dan membahayakan operasional.

Eva menjelaskan bahwa benda asing pada LAA dapat dikelompokkan berdasarkan jenis materi menjadi benda penghantar dan benda isolator.

Contoh benda penghantar adalah bahan seperti kertas timah dan tali layang-layang yang mengandung kawat logam.

Benda-benda ini dapat menyebabkan korsleting dan pemutusan sirkuit jika tergantung pada saluran listrik.

“Sedangkan benda isolator seperti kain plastik dan layang-layang, ketika terkena angin kencang, sangat mudah terjerat pada LAA dan menyebabkan kerusakan pada pantograf,” jelas Eva melalui keterangan resmi pada Sabtu (22/7).

Baca Juga  21 Link Pengganti LK21, Rebahin, Dunia21 dan IndoXXI untuk Nonton Film Gratis

Ia menambahkan bahwa dalam kasus ringan, gangguan dari benda asing dapat merusak pantograf dan mengakibatkan berhentinya KCJB.

Namun, pada kasus yang lebih serius, bisa menyebabkan putusnya kabel LAA dan pemadaman listrik, mengganggu operasional perjalanan kereta.

Eva mengungkapkan bahwa sejak dilakukan pengujian KCJB, telah terjadi beberapa insiden di mana benda asing tergantung pada LAA. Insiden ini terutama terjadi di area antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Tegalluar, dengan banyak masyarakat bermain layang-layang di dekat jalur KCJB.

Hal ini menyebabkan layang-layang terjebak pada LAA dan mengganggu proses pengujian.

KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan bersama. Salah satunya adalah dengan tidak bermain layang-layang bagi warga yang tinggal di sekitar jalur.

Warga juga diminta untuk tidak masuk ke jalur KCJB dengan melewati pagar pembatas karena sangat berbahaya.

Eva menyatakan bahwa sosialisasi mengenai hal ini telah dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mendatangi area pemukiman warga dan memasang poster dan spanduk yang berisi informasi terkait potensi bahaya.

Baca Juga  Gempa Bumi Tektonik M5,6 Guncang Samudera Hindia Barat Sumatera

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI Polri, di mana sekitar 500 personil turut membantu menyampaikan pemahaman kepada masyarakat di berbagai wilayah.

KCIC sangat mengapresiasi upaya bersama TNI Polri dalam menjaga keselamatan dan keamanan di sekitar jalur KCJB.

“Melalui sosialisasi yang dilakukan, diharapkan seluruh masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain di sekitar jalur KA Cepat,” tutup Eva.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *