Kepolisian Hong Kong Tangkap 20 Orang Terkait Pencucian Uang

Pencucian Uang
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemlu, Judha Nugraha.

Jakarta – Kepolisian Hong Kong telah menangkap 20 orang, di antaranya 14 Warga Negara Indonesia (WNI), karena diduga terlibat dalam kasus pencucian uang senilai HK$10 juta atau sekitar Rp20,7 miliar.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, berdasarkan laporan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada 28 Mei 2024.

“Ke-14 WNI yang ditangkap diduga sebagai pekerja migran,” ujar Judha, Rabu (29/5/2024).

Saat ini, 20 orang tersebut sedang diselidiki oleh Kepolisian Hong Kong. Judha menyatakan bahwa kepolisian akan segera memberikan detail nama mereka secara tertulis.

Baca Juga  Jokowi Antusias Saksikan Timnas U-23 Bersaing di Semifinal Piala Asia

“KJRI Hong Kong telah meminta akses konsuler untuk bertemu dengan ke-14 WNI yang terlibat dalam dugaan pencucian uang tersebut,” katanya.

Judha menjelaskan bahwa 14 WNI tersebut diduga direkrut oleh sindikat pencucian uang untuk membuka rekening bank secara online.

“Rekening bank tersebut kemudian digunakan untuk menampung hasil kejahatan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para pekerja migran di Hong Kong untuk waspada terhadap modus pencucian uang.

Baca Juga  Gempa Getarkan Kabupaten Seram, BMKG; Tidak Ada Ancaman Tsunami

“Jangan mudah tergoda untuk membuka rekening bank online yang nantinya akan digunakan untuk menampung dana ilegal,” tegasnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *