Muba  

Pemkab Muba Murka, Tongkang Milik Sebuah Perusahaan Merusak Jembatan P6 Sungai Lalan

Pj Bupati Muba, H Apriyadi Mahmud
Pj Bupati Muba, H Apriyadi Mahmud

Muba, fajarharapan.id – Penyenggolan tiang jembatan P6 Sungai Lalan oleh Tugboat dan Tongkang milik perusahaan yang beroperasi di wilayah perairan Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) menyebabkan kerusakan pada jembatan dan perlu perbaikan segera.

Pj Sekda Muba, Musni Wijaya, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba, menjelaskan bahwa insiden penyenggolan Tugboat dan Tongkang pada tiang jembatan P6 Sungai Lalan telah berulang kali terjadi. Kejadian pertama terjadi pada 16 November 2022 oleh CV RATI, kemudian pada 6 Januari 2023 oleh Assist Dua Putra Lalan, diikuti oleh kejadian pada 24 Oktober 2023 oleh Assist CV RATI dan pada 28 Oktober 2023 oleh Assist CV RATI.

“Dishub Muba telah mengadakan pertemuan dengan Dinas PUPR dan CV RATI untuk membahas rencana perbaikan tiang jembatan P6 Sungai Lalan. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai langkah selanjutnya. Oleh karena itu, pada pertemuan hari ini, kita perlu mengambil keputusan untuk memastikan percepatan perbaikan jembatan ini dan mencegah terjadinya insiden serupa,” ujar Musni dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Kejadian Penyenggolan Tiang Jembatan P6 Sungai Lalan yang berlangsung di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (7/11/2023).

Pj Bupati Muba, H Apriyadi Mahmud, menegaskan bahwa Pemkab Muba akan mengambil langkah hukum jika perusahaan-perusahaan yang menggunakan jalur lintas perairan terus menabrak tiang Jembatan P6 Sungai Lalan tanpa iktikad baik. Jembatan P.6 adalah aset milik Pemkab Muba yang sangat penting, karena itu menjadi akses vital bagi masyarakat yang menghubungkan Kecamatan Lalan dengan daratan Muba dan Jalan Nasional di Kecamatan Sungai Lilin.

Baca Juga  Dinkes dan Dinsos Muba Vaksinasi hingga Serahkan Bantuan Sembako Lakukan Jemput Bola

“Kami semua setuju untuk mengeluarkan Surat Edaran sebagai komitmen bersama untuk mengatur waktu lintas di bawah Jembatan P6 Sungai Lalan, dengan batas waktu dari pukul 06:00 WIB hingga 18:00 WIB. Selain itu, tonase maksimum yang diizinkan adalah 270 feet, atau dibawa 300 feet. Kami juga akan memasang CCTV di lokasi tersebut. Selama perbaikan belum selesai, jalur bawah jembatan P6 Lalan tidak boleh digunakan. Jika tetap ada yang melintas, kami akan melaporkan ke pihak berwajib,” kata Apriyadi.

Pj Bupati Apriyadi menekankan bahwa kesepakatan dan komitmen bersama perlu dibuat untuk memastikan pengawasan yang ketat demi menjaga aset negara dan kepentingan masyarakat. Tujuannya adalah mencegah pemerintah disalahkan atau dianggap lalai dalam pengawasan.

Sementara itu, Anggota DPRD Muba, Iwan Aldes, menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh Pj Bupati Apriyadi demi kepentingan masyarakat. Ia setuju bahwa perusahaan-perusahaan yang melintasi sungai di bawah Jembatan P6 Lalan harus menjaga kondisi jembatan tersebut dan tidak hanya memikirkan keuntungan semata.

Baca Juga  Pj Bupati Apriyadi Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Tokoh Masyarakat Muba

“Sebagai wakil rakyat, terutama di Kecamatan Lalan, saya sangat mendukung upaya untuk menjaga kondisi jembatan ini. Perusahaan-perusahaan harus memperhatikan fasilitas ini dan keselamatan warga setempat, bukan hanya mengambil keuntungan saja di Kabupaten Muba,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Dinas PUPR Muba yang diwakili oleh Sekretaris, Kepala BPTD Wilayah VII Provinsi Sumsel, Kepala KSOP Kelas I Palembang, Kasat Polairud Polres Muba, Camat Lalan, CV RATI, dan perwakilan semua perusahaan yang beroperasi melintasi Jembatan P6 Sungai Lalan. (rusdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *