Kotim  

Kotawaringin Timur Masih dalam Status Tanggap Darurat Banjir, Evaluasi Terus Dilakukan Hingga 17 Mei

Sampit, dari fajarharapan.id – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi status tanggap darurat akibat banjir hingga tanggal 17 Mei mendatang. Meskipun berdasarkan evaluasi risiko bencana, banjir masih terdeteksi di lokasi terakhir, khususnya di Desa Hanjalipan. Namun, kehidupan masyarakat di desa tersebut berlangsung seperti biasa.

“Kami masih dalam status tanggap darurat hingga tanggal 17 Mei 2024, dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Meskipun cuaca sudah mulai membaik dengan adanya hari-hari panas, namun masih terjadi hujan dengan intensitas rendah,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Multazam, Rabu (15/5).

Multazam menjelaskan bahwa jika debit air di wilayah hulu atau di Kecamatan Telaga Antang meningkat, maka Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi akan menjadi desa terakhir yang terdampak banjir, karena letaknya yang berdekatan dengan muara sungai Mentaya.

Baca Juga  Kotawaringin Timur Fokus Distribusikan Bantuan Pangan Beras ke Kecamatan Terjauh dan Sulit Diakses

“Masyarakat di Desa Hanjalipan sudah beradaptasi dengan banjir, dan aktivitas sehari-hari mereka tetap berjalan dengan menggunakan transportasi perahu,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kedalaman banjir di Desa Hanjalipan bervariasi hingga mencapai 1 meter, dan diperkirakan akan surut dalam 3 hari ke depan. Meskipun fasilitas publik seperti sekolah hanya terdampak di halaman, namun demi keamanan, sekolah tetap diliburkan.

Baca Juga  Kotim Sambut Antusias Program RPL dengan UMPR

“Pusat Kesehatan Masyarakat (Pustu) tetap aman karena berlokasi di daerah yang lebih tinggi, dan petugas di Pustu terus memantau kesehatan masyarakat setempat untuk mencegah penyakit,” pungkasnya. (audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *