Kotim  

KPU Kotim Pastikan Tahanan Dapat Memilih Melalui TPS Bergerak

Ilustrasi pencoblosan
Ilustrasi pencoblosan

Sampit, fajarharapan.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan puluhan tahanan yang berada di sejumlah kepolisian resor dan kepolisian sektor dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 14 Februari 2024 besok.

Muhammad Rifqi, Ketua KPU Kotim, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pendataan jumlah tahanan dan memastikan keberadaan mereka di polres maupun polsek pada hari pemungutan suara.

Dia menegaskan bahwa akan disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) mobile untuk melayani para tahanan tersebut.

Berdasarkan data dari kepolisian, terdapat 57 tahanan yang perlu dilayani menggunakan TPS mobile, di antaranya 48 orang berada di Polres Kotim, 2 orang di Polsek Baamang, 5 orang di Polsek Ketapang, dan 2 orang di Polsek Parenggean.

Baca Juga  Makin Parah, Kotawaringin Timur Tingkatkan Status Penanggulangan Karhutla Menjadi Tanggap Darurat

Untuk menghindari penumpukan di satu TPS, terutama di Polres Kotim yang memiliki jumlah tahanan yang cukup banyak, beberapa TPS telah ditunjuk sebagai TPS bergerak.

Rifqi menjelaskan bahwa perlakuan terhadap tahanan berbeda dengan narapidana atau warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Sementara untuk narapidana di Lapas Kelas II B Sampit, telah disiapkan tiga TPS lokasi khusus untuk mengakomodasi 732 narapidana di lapas tersebut.

TPS mobile juga akan diarahkan kepada pasien di rumah sakit yang tidak dapat hadir ke TPS. Meskipun demikian, KPU Kotim masih menunggu data dari sejumlah rumah sakit terkait pasien yang memerlukan layanan ini.

Baca Juga  Kabut Asap, Jam Masuk Sekolah Berubah di Kotim

Rifqi menjelaskan bahwa TPS bergerak ditujukan bagi pemilih yang karena kondisi tertentu tidak dapat datang ke TPS yang telah ditetapkan, seperti orang sakit, lumpuh, atau tahanan. Petugas KPPS akan didampingi oleh pengawas, saksi, dan aparat keamanan untuk mendatangi pemilih yang membutuhkan layanan ini, dengan membawa perlengkapan untuk pencoblosan.

TPS mobile ini bersifat kondisional dan akan dioperasikan oleh petugas dari TPS terdekat dengan lokasi pemilih yang tidak dapat hadir ke TPS, tanpa membentuk tim baru.

“Dua jam atau paling lambat satu jam sebelum TPS ditutup, sebagian petugas di TPS bergerak mendatangi pemilih yang dimaksud,” tambah Rifqi. (audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *