Kotim  

Kotawaringin Timur Dorong Bidan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, minta para bidan untuk terus meningkatkan kemampuan guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

“Sumber daya manusia (SDM) berkualitas harus dibangun sejak periode 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Peran bidan memiliki peranan kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak (KIA). Melalui pelayanan kesehatan ini, bidan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” kata Sekretaris Daerah Fajrurrahman di Sampit kepada wartawan, Minggu 3 September 2023.

Harapan ini disampaikan oleh Fajrurrahman saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2023.

Fajrurrahman berharap IBI terus tumbuh, berkembang, dan meningkatkan kualitasnya, baik dalam organisasi maupun dalam pelayanan kepada masyarakat. IBI diharapkan dapat bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, terutama dalam bidang kehamilan, persalinan, ibu nifas, anak, dan balita, mengingat teknologi selalu berkembang.

Pada peringatan HUT ke-72 IBI, tema yang diangkat adalah “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti, Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju.”

Baca Juga  Bupati Halikinnor Mendorong Inovasi Gerebek Stunting untuk Penanganan yang Lebih Efektif

Pemerintah daerah memberikan dukungan dan dorongan kepada IBI untuk terus berperan aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan ibu dan anak.

Fajrurrahman menekankan bahwa dalam pembangunan Indonesia periode 2020-2024, salah satu tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing, yaitu SDM yang sehat, cerdas, adaptif, terampil, dan berkarakter.

Dia juga menyoroti peran sentral bidan dalam mendampingi keluarga. Bidan tidak hanya menjadi mitra profesional pemerintah tetapi juga melaksanakan peran sebagai perpanjangan tangan negara dalam memberikan pelayanan pencegahan stunting melalui pendampingan dalam bidang kesehatan, gizi, KB, hingga masalah lingkungan kepada sasaran percepatan penurunan stunting.

Saat ini, stunting telah menjadi masalah serius yang berdampak luas. Bukan hanya masalah fisik bagi individu, tetapi juga menjadi masalah nasional yang jika tidak diatasi, akan berdampak besar sebagai kehilangan generasi (lost-generation) dan membebani masyarakat.

Fajrurrahman menegaskan bahwa peran bidan tidak terbatas pada pelayanan kebidanan saja, melainkan juga melibatkan pengelolaan pelayanan, penyuluhan, konseling, pendidikan, bimbingan, fasilitasi klinik, pendorong partisipasi masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Kotim Ajak Warga Jauhi Narkoba

Peran bidan, terutama dalam pemeriksaan kehamilan dan persalinan, sangat sulit digantikan oleh tenaga kesehatan lainnya, khususnya dalam memberikan pelayanan langsung dan edukasi kepada ibu.

“Bidan memiliki peran strategis dalam penyelamatan ibu dan bayi, mulai dari masa pra kehamilan, melalui masa kehamilan, proses melahirkan, hingga setelah melahirkan. Oleh karena itu, ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari bidan akan mendapatkan informasi yang cukup dan pelayanan yang baik jika bidan memiliki kompetensi yang baik,” ungkap Fajrurrahman. (audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *