Kotim  

Bupati Halikinnor Berat Hati Hentikan Program Pembangunan, Alasannya Masuk Akal

Bupati Kotim Halikinnor
Bupati Kotim Halikinnor

Sampit, fajarharapan.id Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, Halikinnor, dengan berat hati meminta maaf atas kebijakan yang telah diambilnya untuk sementara menghentikan program pembangunan demi menyehatkan keuangan daerah dan menghindari peningkatan utang.

Penghentian program pembangunan yang dimaksud orang nomor satu di Kotim tersebut sangat masuk akal, karena mengingat kondisi keuangan daerah saat ini.

“Ini berat hati saya lakukan. Harapan saya adalah ketika masa pemerintahan periode 2024 berakhir, kami tidak akan lagi meninggalkan warisan berupa utang atau beban berat kepada pemerintahan selanjutnya,” ungkap Halikinnor yang masuk akal dalam rapat paripurna di DPRD pada hari Senin, (4/9/2023).

Ungkapan yang tulis dengan jiwa yang besar dari Bupati Kotim, Halikinnor mendapat tepuk tangan dari para hadirin sidang dan anggota DPRD. Hal itu bentuk transparan pemerintah Kotim dalam mengelola keuangan daerah.

Baca Juga  Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor Mendorong Perdamaian Antar Masyarakat Adat dan Umat Beragama

Keuangan daerah Kotawaringin Timur mendapat perhatian khusus karena beberapa kewajiban pemerintah belum terpenuhi, termasuk tunggakan tambahan penghasilan pegawai (TPP), insentif tenaga kesehatan, dana desa, dan lainnya.

Bupati Halikinnor juga harus menyelesaikan sisa pembayaran untuk proyek-proyek pembangunan yang telah dimulai oleh pemerintahan sebelumnya dengan sistem pembayaran tahun jamak atau multi years.

Tantangan ini sangat memengaruhi keadaan keuangan daerah, terutama karena pemerintahan Halikinnor dimulai pada saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2021, mengakibatkan ketidakstabilan keuangan daerah akibat berkurangnya pendapatan dan rasionalisasi anggaran.

Keuangan daerah juga belum pulih sepenuhnya setelah pandemi Covid-19, terutama karena Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat yang biasanya mencapai sekitar Rp60 miliar per bulan telah berkurang menjadi hanya Rp43 miliar. Selain itu, daerah ini juga tidak menerima Dana Alokasi Khusus (DAK), yang berdampak signifikan pada keuangan daerah.

Baca Juga  Kotim Alokasikan Rp3,8 Miliar untuk Bonus Atlet Porprov

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Halikinnor akhirnya memutuskan untuk merasionalisasi anggaran. Sejak tanggal 21 Agustus 2023, program-program yang akan dikerjakan akan ditunda, kecuali jika memang sangat mendesak. Hal ini diambil untuk mengatasi tantangan keuangan yang dihadapi oleh Kotawaringin Timur.(audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *