Kotim  

Bupati Kotawaringin Timur Dorong Keberhasilan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Sampit, fajarharapan.idBupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H. Halikinnor, mendorong para guru untuk sukses dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Langkah ini melibatkan perubahan pola pikir dan peningkatan kemampuan.

Halikinnor mengekspresikan harapannya agar para guru dapat menguasai konsep Merdeka Belajar, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan. Bupati juga menekankan bahwa paradigma dalam dunia pendidikan saat ini telah berubah, dan pendekatan pengajaran tidak lagi seragam seperti sebelumnya.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara seminar Implementasi Kurikulum Merdeka yang diadakan oleh pengurus MKKS Mentaya Hagatang pada Selasa, 8 Agustus 2023.

Acara tersebut dihadiri oleh 396 peserta dari 37 sekolah, dengan kehadiran Sekretaris Daerah Fajrurrahman dan perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Edie Sucipto.

Bupati Halikinnor menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengoptimalkan bakat dan kemampuannya. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa siswa tetap memerlukan arahan dari orang tua dan guru agar perkembangan teknologi tidak menghambat penemuan potensi di bidang lain.

Baca Juga  Porprov Kalteng XII, Kotawaringin Timur Dipastikan Juara Umum

Dalam upayanya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045, Bupati menggarisbawahi peran penting pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah penggerak dan guru-guru penggerak di Kotawaringin Timur yang aktif dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Ia berharap agar Kabupaten Kotawaringin Timur dapat menjadi contoh kemajuan, terutama dalam bidang pendidikan. Bupati Halikinnor menegaskan bahwa Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul guna mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas, pemerintah pusat sedang mendorong hilirisasi sumber daya alam. Karena itu, peran pendidikan sangatlah penting dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya alam tersebut.

Bupati Kotawaringin Timur juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan memainkan peran sentral dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun, ia menekankan bahwa orang tua harus menghindari memaksa anak-anak untuk mengikuti kehendak mereka. Anak-anak perlu didampingi dan dibimbing dalam mengejar bakat dan potensi masing-masing agar mencapai kesuksesan.

Baca Juga  Bupati Kotim; "ASN Jangan Bergaya Hidup Mewah"

Dalam konteks ini, peran guru memiliki signifikansi yang besar. Kamaliah Kadir, seorang guru dari SMPN 2 Sampit, mengakui pentingnya seminar ini bagi para pendidik. Ia berpendapat bahwa acara tersebut memberikan informasi dan pengetahuan yang berharga bagi para guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan optimal.

Bagi guru, penting untuk memahami perbedaan antara Kurikulum 2013 (K-13) dengan Kurikulum Merdeka. Saat ini, siswa diberi kebebasan dalam mengoptimalkan potensi mereka, sambil tetap mendapatkan bimbingan dari guru dan sekolah. Pendekatan ini menarik bagi para siswa, karena mereka menyadari bahwa setiap individu memiliki bakat dan kemampuan unik.

Bupati Halikinnor mengakhiri dengan pesan bahwa Kabupaten Kotawaringin Timur harus menjadi contoh kemajuan, terutama dalam pendidikan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum Merdeka, diharapkan bahwa siswa-siswa dapat diberdayakan secara optimal sesuai dengan potensi masing-masing. (Audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *