Dishub Kota Pariaman Tindaklanjuti Pungutan Parkir Tidak Sesuai Aturan

Kota Pariaman – Menindaklanjuti laporan salah satu pengunjung objek wisata di Kota Pariaman tentang pungutan parkir yang tidak sesuai aturan yang ada, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) langsung mengadakan pertemuan dengan pengelola parkir di lokasi, sekaligus memanggil oknum Petugas Parkir, Rabu (12/6/2024).

Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dishub Kota Pariaman Reymond Chandra saat dihubungi Tim Media Center Dinas Kominfo Kota Pariaman terkait adanya pungutan yang tidak sesuai, ia membenarkan hal itu.

“Setelah mendapat kabar, saya bersama Niniak mamak dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman mengadakan pertemuan di lokasi objek wisata dan memanggil oknum tersebut” ujarnya.

Dia menyebut, ini dapat mencoreng objek wisata di Kota Pariaman. Jika hal ini kembali terjadi, maka permasalahan ini akan kita bawa ke ranah hukum.

Baca Juga  Wawako Mardison Mahyuddin Terima Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi

Berdasarkan keterangan pelaku, ia mengaku tidak melakukan pungutan seperti yang diberitakan di media sosial. Namun, hanya meminta Rp 10 ribu kepada pengunjung dengan alasan pengunjung telah melakukan 2 kali parkir di tempat yang sama.

Sementara kabar yang beredar di media sosial, pengunjung di paksa membayar Rp 10 ribu/jam. Sehingga saat pengunjung ingin keluar dari objek wisata tersebut, dikenakan parkir yang tidak sesuai aturan.

Karena, merasa tidak nyaman, pengunjung sempat membantah tukang parkir yang menyebabkan adu mulut. Sudah menjelang sore, akhirnya pengunjung memberikan biaya parkir Rp 10 ribu kepada pelaku.

“Kita telah mengambil keputusan akan hal tersebut. Atas kesepakatan Ninik Mamak dengan keputusan memberikan sanksi kepada pelaku nantinya. Sanksinya, pelaku tidak diperbolehkan lagi melakukan pungutan parkir“ tambahnya.

Baca Juga  Permainan Tradisional Pacu Upiah ..! Genius Umar Minta Giatkan Kembali di Sekolah-Sekolah

Ini bentuk peringatan dan tindakan langsung kepada pelaku, karena apa yang telah dilakukan dapat mengganggu kenyamanan wisatawan bahkan enggan berkunjung ke Kota Pariaman.

Ia menyebutkan tarif parkir di Kota Pariaman untuk kendaraan roda dua pada hari normal Rp 3 ribu untuk hari bisa, dan Rp 5 untuk hari libur nasional.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp 5 ribu hari biasa, dan Rp 10 ribu hari libur nasional serta untuk bus atau truk Rp 15 ribu hari biasa dan Rp 20 ribu untuk hari libur nasional.

“Tarif parkir yang telah kita pajangkan di setiap objek wisata berlaku untuk satu kali parkir sesuai dengan peraturan Walikota Pariaman Nomor 09 Tahun 2019 tentang perubahan tarif retribusi tempat khusus parkir” tutup Reymond Chandra.(mc/ssc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *