Pemko Pariaman Tetap Gelontorkan Dana BKK Siswa SMA/SMK Gratis Dukung Program Saga Saja

Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman sangat konsen dalam dunia pendidikan. Karena, Pemko Pariaman menyadari salah satu cara pengentasan kemiskinan adalah dengan pendidikan. Salah satunya melalui Program Saga Saja.

Hal itu disampaikan Walikota Pariaman diwakili Staf Ahli Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Hertati Taher ketika acara Wisuda Taruna/Taruni SMKN 3 Pariaman, Selasa (21/5/2024).

Dia menyebut, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pariaman bahwa semua anak-anak Kota Pariaman wajib belajar 12 tahun. Itupun dilajutkan dengan program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) untuk  memasuki pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Untuk SD sampai SMA biaya pendidikan ditanggung Pemko Pariaman, walaupun SMA/SMK berada di bawah kendali Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Namun demikian, Kota Pariaman mengeluarkan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang diserahkan ke Provinsi Sumbar. Sehingga semua siswa SMA/SMK di Kota Pariaman dapat bersekolah dengan gratis”, jelasnya.

Baca Juga  Genius Umar Pimpin Apel Gabungan ASN Pemko Pariaman

Hertati Taher juga menerangkan taruna/taruni yang kita lepas hari ini, banyak mengukir prestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah dan keluarga.

“Sebanyak 17 Taruna melalui program Saga Saja diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan favorit sesuai dengan  kompetensi mereka.

Dan, 18 taruna sedang berjuang menembus formasi TNI/Polri pada tahun ini. Sebanyak 125 dinyatakan lulus bekerja di Jepang, juga 12 orang taruna/i sudah diterima di BPN”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 3 Pariaman, Indra Jasman mengatakan sebanyak 348 taruna/taruni diwisuda. Mereka terdiri dari 6 kompetensi keahlian.

Baca Juga  UPTD Puskesmas Air Santok Kota Pariaman Ikuti Penilaian Akreditasi

“Keenam keahlian tersebut, meliputi Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Teknik Pendingin dan Tata Usaha (TPTU), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Agribisnis Perikanan (AGP), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)”, terangnya. (mc/ssc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *