Warga Kota Pariaman Serbu Daging Segar Bantai Hari Raya Pada Sejumlah Tempat Jelang Idul Fitri, Ini Kata Sekdako Yota Balad

Kota Pariaman – Sehari jelang shalat Hari Raya Idul Fitri, telah menjadi tradisi tahunan pemotongan ternak jenis kerbau dan sapi di Ranah Minang. Kota Pariaman khususnya dengan sebutan pemotongan “bantai aghi gahyo” sudah menjadi budaya yang tak terbantahkan.

Dalam hal ini, berdasarkan Laporan Tim Pengawas Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman yang berada di 4 (empat) Kecamatan tersebut, bahwa pada tahun 1445 H/2024 M ini, telah dipotong ternak kerbau dan sapi sebanyak 62 ekor. Kesemuanya ditangani 30 pedagang penjual yang tersebar pada 9 (sembilan) titik lokasi jualan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pariaman, Yota Balad ketika menjawab pertanyaan Wartawan fajarharapan.id yang dihubungi, Selasa (9/4/2024) sore, sehubungan pelaksanaan pemotongan “mambantai aghi ghayo” sehari jelang shalat idul fitri 1445 H yang jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024.

Yota Balad menyebut, Tim Pengawas Pemotongan jelang idul fitri 1445 H/2024 yang berada di empat Kecamatan ini, telah kita peroleh pemotongan hewan ternak kerbau dan sapi sebanyak 62 ekor.

“Yakni ternak kerbau 34 ekor dan ternak sapi 28 ekor. Itupun yang dipotong tersebut, jenis ternak pejantan baik kerbau maupun sapi. Karena, jenis ternak betina yang produktif diawasi betul, tidak diperbolehkan” terang Yota Balad.

Baca Juga  Sekdako Yota Balad Launching Posyandu ILP Desa Cubadak Mentawai

Kata dia, telah terjadi peningkatan “mambantai aghi gahyo” pada tahun 2024 ini, sebanyak 3 (tiga) ekor. Sebelumnya tahun 2023 lalu, sebanyak 59 ekor. Ini pertanda pergerakan ekonomi warga Kota stabil untuk kebutuhan konsumsi daging segar pada hari raya yang fitri ini.

“Untuk pemotongan ternak itu, ada yang dilakukan di lokasi dekat penjualan. Dan, ada yang di rumah pemotongan hewan (RPH) milik Pemko Pariaman” ucap Yota Balad.

Penjualan daging mambantai aghi ghayo ini, sambung Yota Balad, terdapat beberapa tempat lokasi. Seperti Pasar Rakyat Kota Pariaman, Pauh Timur, Padusunan, Cubadak Aia, Cubadak Aia Utara, Balai Nareh, Padang Biriak-Biriak, Taluak,  Marunggi, Kampuang Kandang, Kaluwaik, dan Balai Kurai Taji.

“Pariaman Tengah telah dipotong ternak sebanyak 18 ekor terdiri kerbau 5 ekor, sapi 13 ekor. Pariaman Utara sebanyak 26 ekor dengan rincian kerbau 17 ekor, sapi 9 ekor.

“Sedangkan di Pariaman Selatan sebanyak 14 ekor terdiri kerbau 9 ekor dan sapi 5 ekor, dan Pariaman Timur 4 ekor dengan rincian kerbau 3 ekor dan sapi 1 ekor” tutur Yota Balad.

Baca Juga  Pemko Pariaman Kembali Menerima Mahasiswa Baru Program Saga Saja TA 2023/2024

Ia menambahkan dengan mengucapkan terima kasih kita kepada Tim Pemantauan dan Pengawasan Penyembelihan Ternak Kecamatan dan Kota. Kesenua mereka telah siap sedia untuk turun melakukan monitoring sehari jelang idul fitri.

“Dan, tidak kalah pentingnya ucapan terima kasih yang tak terhingga khususnya pedagang penjual daging segar untuk warga Kota, maupun warga kota sebagai pembeli dan konsumen yang cerdas” tutur Yota Balad mengakhiri. (ssc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *