Kapolres Pariaman AKBP Andreanaldo Ademi ; Pelaku “DA” Kasus Pembunuhan Anak Tiri “NZ” Diancam Hukuman Penjara 15 Tahun

Oplus_131072

Kota Pariaman – Kapolres Pariaman AKBP Andreanaldo Ademi mengatakan saat realis perkara kasus pembunuhan terhadap anak tiri yang terjadi, Kamis (4/4/2024) di Dusun Padang Tampaik, Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman di Aulia Mapolres, (8/4/24).

Pelaku yang berinisial “DA”(38) itu, kata Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi, membunuh anak tirinya NZ (3,8) di rumah kontrakannya di Desa Marunggi, Pariaman Selatan.

Kronologis kejadian bermula pada Kamis sore pukul 17.00 WIB. Ketika itu korban diare. Terus pelaku merasa kesal dan jengkel, maka pelaku memukul anak tirinya. Pelaku memukul korban di bagian perut dan ulu hati, sebanyak beberapa kali.

Ketika anak dipukul tersebut, korban menjerit merasa kesakitan. Kemudian, di pukul lagi kepala pada bagikan belakang. Sehingga anak jatuh pingsan, pelaku kemudian mengambil minyak angin untuk membangun anak tersebut.

Sesudah pemukulan itu, kemudian datang sang ibuk korban. Ia terkejut melihat anaknya pucat dan menjerit. Lantas, sang ibu korban dan pelaku membawa anak ke rumah sakit.

Baca Juga  Pariaman Terus Berkolaborasi dengan UBH dalam Program SAGA SAJA

Setiba di rumah sakit, ternyata korban meninggal dunia. Sementara itu, sang pelaku pura-pura nelpon, setelah itu kabur dengan menggunakan motor tetangga yang di pinjamnya.

Kemudian, jajaran Polres Pariaman begitu mendapat laporan, Tim langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Ketika pengejaran, pelaku tidak membawa handphone.

Sehingga sedikit menjadi kendala bagi anggota di lapangan. Namun itu tidak menjadi halangan buat aparatur Polres Pariaman. Terus memburu pelaku yang kabur tersebut.

Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi, menuturkan, pelaku awalnya lari ke Kabupaten Padang Pariaman dengan menginap di rumah temannya satu malam.

Setelah itu, pelaku pindah ke warung di Batang Anai, terus pindah lagi dekat Bandara. Kemudian, kembali pindah ke Taluk Bayur. Dengan sering berpindah-pindah tersebut, bertujuan untuk menggadaikan sepeda motor tetangga tadi, namun temannya berupaya untuk mencarikannya.

Baca Juga  Kota Pariaman Bercakap dalam Literasi Digital bertema Kiat-Kiat Aman Berselancar Internet

Setelah itu, pelaku pergi dari Padang menuju Bukit Tinggi, namun pelaku turun di Padang Panjang di rumah pamannya.

Akhirnya, pelaku diketahui dan diamankan, namun pelaku sempat melawan. Sehingga pelaku ditembak.

Menurut keterangan keluarga, bahwa pelaku sudah sering melakukan penganiayaan terhadap korban. Itupun dilakukan pelaku di depan ibu korban sendiri.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (3) Jo P asal 76 C Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dan Pasal 354 Ayat (2) Jo Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(r/ssc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *