Wako Genius Umar Tegaskan IMP Penting Untuk Keberhasilan KB

Kota Pariaman – Untuk meningkatkan kapasitas Kader Keluarga Berencana (KB) seperti kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman menggelar acara evaluasi dan monitoring program bangga kencana kader KB dengan tema “Peran Dan Fungsi Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP)”.

Acara tersebut dibuka Wali Kota Genius Umar yang didampingi Kepala Dinas P3AKB Ny. Lucyanel Arlym, bertempat di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Jumat (11/8/23).

Genius Umar sebutkan, saat ini khususnya di era otonomi daerah, peran kader IMP sangatlah penting. Dan, menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan agar tetap dapat mempertahankan keberhasilan program KB di masyarakat.

Baca Juga  Dijadikan Museum Bahari dan Edukasi Kemaritiman Pertama di Indonesia ; Eks KRI Teluk Bone 511 Telah Berlabuh di Kota Pariaman

“Tanpa kader IMP, program KB di Indonesia a KK akan dipastikan sudah tidak berjalan lagi dan tidak mampu mempertahankan keberhasilan yang akan dicapai. Keberhasilan ini, tentu sudah didukung oleh personil kader IMP yang cukup banyak, hingga menjangkau seluruh  desa, dusun,  serta memiliki daya juang yang tinggi dalam rangka ikut mensukseskan program KB di Kota Pariaman”, ungkap Genius.

“Kader KB adalah ujung tombak suksesnya pembangunan KB di tingkat desa/kelurahan. Juga melaksanakan tugas-tugas dengan mensosialisasikan KB kepada pasangan usia subur dan mengedukasi pasangan untuk merencanakan keluarga sehat. Disamping itu, memenuhi kebutuhan KB bagi masyarakat dan pasangan usia subur serta pencegahan stunting”, jelas Genius.

Baca Juga  Hari Perdana Bertugas, Pj Walikota Pariaman Minta Rubah Pola Kerja Disiplin ASN

Sementara itu Ny. Lucyanel Arlym menambahkan, kedudukan dan peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam pembangunan KB di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Yang perlu dipahami, setiap kader IMP mempunyai intensitas dan kualitas pelaksanaan 6 (enam) peran bakti institusi dari kader IMP. Selanjutnya, akan diukur berdasarkan parameter yang telah di tentukan”, ungkap Ny. Lucy.

Keenam peran bakti institusi kader IMP tersebut antara lain Pengorganisasian, Pertemuan, KIE, dan Konseling, Pencatatan Pendataan,Pelayanan  Kegiatan, dan Kemandirian. Berdasarkan kepada enam peran bakti ini, maka kader IMP telah menjangkau seluruh aspek, sebagaimana diamanatkan dalm UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan kependudukan dan Pembangunan Keluarga IMP. (ssc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *