Peringatan Dokter, Kurma Bisa Berisiko bagi Penderita Gagal Ginjal

Kurma
Kurma

Jakarta Kurma, buah yang populer untuk berbuka puasa, memiliki kandungan oksalat dan kalium yang tinggi, yang dapat berisiko bagi penderita gagal ginjal. Namun, apakah aman bagi mereka untuk mengonsumsinya?

Menurut Dr. Marya Haryono, seorang ahli gizi klinis di Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, kurma, seperti pisang, memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Kalium dianggap sulit diproses oleh ginjal yang sudah rusak.

“Dalam hal ini, kurma kering memiliki kandungan kalium yang signifikan, sehingga perlu diperhatikan dengan baik. Selain pisang dan alpukat, kurma juga termasuk buah yang perlu diwaspadai oleh pasien gagal ginjal,” kata Dr. Marya saat berbicara dalam acara Ginjal Sehat untuk Semua yang diselenggarakan oleh Kalbe Farma di Hotel Cordela, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 14 Maret.

Baca Juga  Rahasia Wajah Glowing dan Awet Muda dengan Masker Tomat Anti Flek Hitam

Namun demikian, Dr. Marya menegaskan bahwa bukan berarti pasien gagal ginjal tidak diperbolehkan mengonsumsi kurma sama sekali. Dia menjelaskan bahwa konsumsi kurma masih diperbolehkan, dengan syarat sesuai dengan saran dokter.

Terutama bagi pasien gagal ginjal dalam stadium 1-3, makanan tinggi kalium biasanya tidak perlu dibatasi.

Baca Juga  Libur Lebaran, RS Bhina Bhakti Husada Siap Optimalkan Layanan Pasien

“Yang perlu memperhatikan konsumsi kurma adalah pasien yang telah mencapai stadium 4-5, di mana pemantauan dokter sangat diperlukan,” tambahnya.

Dr. Marya menyimpulkan bahwa pasien gagal ginjal masih bisa menikmati kurma, terutama saat berbuka puasa. Namun, jumlah konsumsi harus dibatasi dan harus sesuai dengan saran dokter.

“Yang terpenting adalah berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi, bukan dilarang sepenuhnya, tetapi dibatasi dan sesuai dengan arahan dokter,” pungkasnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *