WHO Minta Klarifikasi dari China Terkait Lonjakan Kasus Demam Tinggi pada Anak-anak

WHO
ilustrasi

Jakarta Badan Internasional untuk Penyakit Menular melaporkan bahwa rumah sakit anak-anak di Beijing dan Liaoning Utara, China, sedang menghadapi lonjakan kasus penyakit pernapasan yang “belum dapat ditentukan”, diyakini berasal dari infeksi bakteri.

Berbasis di Taiwan, melaporkan bahwa banyak pasien, terutama anak-anak, memenuhi Rumah Sakit Anak Beijing. Mereka tidak batuk dan tidak menunjukkan gejala pneumonia, tetapi mengalami demam tinggi dan peradangan pada saluran pernapasan.”

Pada Kamis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa mereka telah meminta informasi resmi dari China mengenai kasus pneumonia tak terdiagnosis pada anak-anak.

Mycoplasma pneumonia, infeksi bakteri yang jarang terjadi, telah menyebar di seluruh dunia sejak 2015, tetapi mengalami penurunan setelah pemberlakuan tindakan pandemi COVID-19 mulai tahun 2019.

Baca Juga  iQoo Neo 9s Pro Akan Rilis dengan Dua Jenis Chipset untuk Pasar Global dan China

“Anak-anak tidak mengalami batuk, tidak menunjukkan gejala. Mereka hanya mengalami suhu tinggi (demam) dan banyak yang mengalami bintil-bintil di paru-paru,” ungkapnya.

ProMed dalam catatannya menyatakan bahwa laporan ini menunjukkan adanya wabah penyakit pernapasan yang tidak terdiagnosis. Wabah ini tampaknya tidak biasa karena melibatkan jumlah anak yang besar dalam waktu singkat, tanpa jelasnya kapan wabah ini dimulai.

Laporan tersebut tidak menyebutkan dampak pada orang dewasa, hanya menyoroti paparan di lingkungan sekolah.

Rumah sakit anak di Beijing melaporkan bahwa setidaknya 7.000 pasien dirawat setiap hari, melampaui kapasitas normal. Di rumah sakit anak terbesar di dekat Tianjin, lebih dari 13.000 anak dilaporkan menerima perawatan dalam satu minggu. (des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *