Masa Tanggap Darurat Dicabut, FGD Akan Mengkaji Penyebab Banjir dan Tanah Longsor di Kerinci

Kerinci – Masa transisi dimulai setelah dicabutnya tanggap darurat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kerinci

Pj Bupati Kerinci Asraf bersama Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Kerinci Letkol Inf. Andy Irawan, SH, dan Kapolres Kerinci AKBP. Muhammad Mujib, SH. SIK mengumumkan dicabutnya masa tanggap darurat dalam penanganan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kerinci pada Minggu, 28 Januari 2024.

Sebelumnya, Asraf telah melakukan pertemuan dengan David Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI untuk membahas solusi normalisasi sungai dan mengidentifikasi penyebab banjir serta tanah longsor.

Kesepakatan dicapai untuk melaksanakan Forum Group Diskusi (FGD) yang akan melibatkan tokoh-tokoh dan ahli di bidangnya.

Baca Juga  Tarif Parkir  Objek Wisata di Kerinci Terlalu Tinggi, Asraf Pj. Bupati Kerinci : Aparat Silahkan Ambil Tindakan Tegas

“Pihak BWS akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kerinci, melibatkan tokoh-tokoh dan para ahli untuk mengkaji penyebab banjir di Kerinci,” ujar Asraf.

Pj. Bupati Asraf mengatakan penurunan status dari tanggap darurat menjadi masa transisi selama tiga bulan ke depan mulai Februari hingga April.

Ia menjelaskan bahwa selama masa transisi, posko berada di OPD masing-masing dan stok barang yang masih ada di gudang belum tersalurkan dititip sementara di BPBD Kerinci.

”Stock barang yang masih ada di gudang belum tersalurkan, kita akan salurkan secepatnya sesuai kebutuhan kemudian yang tidak bisa disalurkan akan kita titip sementara di BPBD,” ujar Pj.Bupati Kerinci, Asraf. (*/al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *