Bupati Solok, Epyardi Asda, Berkomitmen Mengembangkan Potensi Wisata di Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Wisata
Danau Singkarak

Arosuka – Bupati Solok, Epyardi Asda, memiliki tekad kuat untuk mengembangkan potensi objek wisata yang ada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dan berambisi menjadikannya sebagai tujuan wisata nasional.

“Saya optimis dengan keindahan alam dan fasilitas yang kami sediakan, Kabupaten Solok akan menjadi kawasan wisata nasional,” ujar Epyardi pada Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, Kabupaten Solok adalah daerah yang kaya akan potensi alam. Kabupaten ini juga terkenal dengan produksi berasnya, bahkan dikenal hingga tingkat nasional.

“Potensi wisata di Kabupaten Solok terkenal dengan lima danau. Namun, hingga saat ini potensi ini belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat kami di Kabupaten Solok,” katanya.

Sebagai kepala daerah, Epyardi berkomitmen untuk mengelola dan mengembangkan setiap potensi objek wisata yang ada di Kabupaten Solok dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Saat ini, masih ada pepatah yang mengatakan bahwa Anda belum benar-benar mengunjungi Sumatera Barat jika Anda belum mengunjungi Bukittinggi. Namun, di masa kepemimpinan saya saat ini, kami ingin menciptakan pepatah baru, yaitu Anda belum benar-benar mengunjungi Sumatera Barat jika Anda belum mengunjungi Kabupaten Solok,” tegasnya.

Baca Juga  Solok, Sumatera Barat, Siapkan Strategi Antisipasi El Nino dengan Pompanisasi Padi

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mempermudah perizinan untuk pembangunan kawasan-kawasan wisata guna memajukan potensi objek wisata di daerah tersebut.

“Dengan demikian, saat ini sudah banyak tempat wisata yang dibuka di Kabupaten Solok,” tambahnya.

Selain sektor pariwisata, Kabupaten Solok juga memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan di sektor pertanian karena mayoritas masyarakat Kabupaten Solok adalah petani.

“Kami mempermudah akses masyarakat petani menuju kawasan pertanian dengan menyediakan ekskavator untuk membuka jalan-jalan usaha tani,” ungkapnya.

Menurut data yang diperoleh, satu unit ekskavator di satu nagari dapat membuka jalan hingga sekitar 10 kilometer, hal ini juga berdampak positif dalam menghemat anggaran dan dapat digunakan untuk keperluan lainnya.

Baca Juga  Kota Solok, Pengusaha Padi-Beras Terobosan Baru dalam Standar Kualitas Pangan

“Selain itu, kami juga menyediakan bibit tanaman secara gratis kepada seluruh masyarakat yang ingin bercocok tanam dan memberikan pembinaan yang baik kepada mereka,” tuturnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *