Jateng  

Inovasi Pertanian Perkotaan, Meretas Tantangan Lahan di Kota Semarang

Semarang, fajarharapan.id – Ketahanan pangan atau jaminan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.

Ketahanan pangan tidak lepas dari sifat produksi komoditi pangan itu sendiri yang musiman dan berfluktuasi karena sangat mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca. Perilaku produksi yang sangat dipengaruhi iklim tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan pangan nasional.

Walikota Semarang, Dr.Ir.Hj.Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, mengungkapkan tantangan serius dalam mencapai ketahanan pangan kota. Meski keterbatasan lahan menjadi hambatan, kota berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan melalui langkah-langkah inovatif. Senin (19/2/2024)

Baca Juga  ORARI Lokal Pati Gelar Pos Dukungan Komunikasi Lebaran 2023

Dalam siaran pers, Dr.Hevearita menyampaikan, Kota Semarang perlu beradaptasi dengan kendala lahan dan kurangnya minat generasi muda di bidang pertanian. Namun kami memiliki visi kuat untuk meningkatkan produksi pangan lokal dengan dukungan kepada petani dan pengembangan teknologi pertanian.

Dalam upaya mengatasi krisis kebutuhan beras, Walikota menyebutkan, kami hanya mampu memenuhi 15% kebutuhan beras kota. 

” Oleh karena itu, fokus kami adalah meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk solusi terintegrasi,” ungkapnya.

Terkait ketahanan pangan berkelanjutan, Walikota memaparkan dua aspek krusial yaitu  kuantitas dan kualitas.

Baca Juga  Terjang Banjir, Jemput Pasien Untuk Pengobatan

Kuantitas : Mengingat mobilitas tinggi penduduk Semarang, kerjasama dengan daerah hinterland menjadi kunci. Program urban farming juga ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yang diharapkan berkembang menjadi subsisten.

Kualitas: Upaya promosi bahan pangan alternatif dan pengawasan komoditas seperti sayur, buah, dan daging menjadi prioritas. 

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terfokus pada padi sebagai bahan pokok, tetapi juga mendapatkan nutrisi seimbang melalui variasi pangan,” tambahnya.

Harapannya bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan solusi terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memastikan Kota Semarang tetap kuat di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *