Jateng  

Empat Kecamatan di Demak Terkepung Banjir

Demak, fajarharapan.id – Banjir melanda wilayah Demak, Provinsi Jawa Tengah, menyusul jebolnya empat titik tanggul yang mengakibatkan genangan air di permukiman warga dan lahan pertanian. Kejadian ini mengakibatkan ribuan warga terdampak serta kerugian materiil yang belum dapat dipastikan. Kamis, 08 Februari 2024.

Tanggul yang jebol tercatat di beberapa lokasi, di antaranya:

1. Dukuh Mangun, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen: Tanggul kanan dan kiri jebol, menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga.

2. Sungai Cabean, Dukuh Ngemplik, Desa Sidorejo: Tanggul kanan jebol, menyebabkan genangan air mencapai ketinggian 40-100 cm di permukiman warga dan persawahan.

3. Sungai Tuntang, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung: Tanggul jebol, menyebabkan luapan air ke wilayah sekitar.

Baca Juga  Dengan Komsos Danramil 0718-01/Pati Jalin Silaturahmi Dengan Kades

4. Kali Tuntang, Desa Kalianyar dan Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam: Tanggul kanan jebol, menyebabkan air melimpas dan merendam permukiman.

Selain itu, ada empat Kecamatan terdampak secara signifikan, yakni:

1. Kecamatan Karangawen: Terdapat dua desa yang terkena dampak, yaitu Sidorejo dan Rejosari. Total 105 hektare lahan pertanian tergenang air.

2. Kecamatan Kebonagung: Dua desa terdampak, dengan Pilangwetan menjadi yang paling parah dengan 453 KK (Kepala Keluarga) terdampak banjir.

3. Kecamatan Wonosalam: Enam desa terdampak, dengan Kalianyar dan Lempuyang sebagai wilayah terdampak paling luas.

4. Kecamatan Karangtengah: Dua desa terdampak, dengan kerugian masih dalam proses perhitungan.

BPBD Demak mencatat dampak banjir mencapai 2.493 KK atau sekitar 9.972 jiwa tersebar di 13 desa. Sekitar 1.000 hektare sawah terdampak banjir, mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi sektor pertanian.

Baca Juga  Siswa TK Islam Kauman 02 Diperkenalkan Alat Musik Gamelan

Penyebab meluasnya banjir di Demak adalah bertambahnya debit air dari hulu. Imbasnya, ada empat tanggul di Demak yang jebol sehingga air melimpah ke permukiman di sekitarnya,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Demak, M Agus Nugroho.

Pihak berwenang saat ini tengah melakukan asesmen untuk memperbarui data terkait dampak banjir. Di tengah situasi ini, bantuan dan koordinasi antarinstansi menjadi krusial untuk penanggulangan dan pemulihan wilayah terdampak.

Banjir yang melanda Demak memberikan pengingat akan pentingnya perawatan infrastruktur sungai dan tanggul untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *