Pertempuran Sengit di Rafah, 19 Warga Palestina Tewas

Palestina
Para pejuang Palestina dari sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam.

Gaza Pejuang Hamas berhasil menewaskan setidaknya delapan tentara Israel di bagian selatan Jalur Gaza, Sabtu (15/6/2024). Militer Israel telah mengonfirmasi kematian para prajurit tersebut.

Pertempuran sengit terjadi saat pasukan Israel terus memasuki dan mengepung Kota Rafah. Serangan Israel juga menghantam beberapa wilayah di Gaza dan menyebabkan setidaknya 19 warga Palestina tewas.

Sebelumnya, sayap bersenjata Hamas menyatakan bahwa pejuangnya telah menyergap kendaraan pengangkut personel lapis baja Israel. Pasukan Brigade al-Qassam kemudian menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel di daerah Tal al-Sultan di barat Rafah, tempat pasukan Israel telah bergerak maju selama beberapa minggu.

Tank-tank Israel bergerak maju di Tal al-Sultan dan peluru-peluru menghantam wilayah pesisir tersebut, tempat ribuan warga Palestina berlindung. Meskipun tekanan internasional untuk gencatan senjata semakin meningkat, kesepakatan untuk menghentikan pertempuran masih belum tercapai. Konflik di Gaza ini telah berlangsung lebih dari delapan bulan sejak dimulai pada bulan Oktober lalu.

Dalam serangan udara Israel terhadap dua rumah di pinggiran Kota Gaza, warga melaporkan setidaknya 15 orang tewas. Empat orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di wilayah selatan, menurut petugas medis.

Baca Juga  Gaza, IDF Rugi 4 Personel dalam Bentrokan Sengit

Pada Sabtu, militer Israel mengklaim telah menyita sejumlah besar senjata di Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza, dekat perbatasan dengan Mesir. Senjata tersebut ditemukan di atas tanah dan di jaringan terowongan yang dibangun oleh Hamas.

Pada Jumat (14/6/2024), pejuang Hamas dilaporkan menembakkan lima roket dari Gaza Tengah. Dua roket jatuh di area terbuka di Israel, sementara tiga lainnya jatuh di Gaza.

Sayap bersenjata Jihad Islam, Brigade Al-Quds, pada Sabtu menyatakan bahwa Israel hanya bisa mendapatkan kembali warganya yang ditawan di Gaza jika Tel Aviv mengakhiri perang dan menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Brigade al-Quds dalam video yang diposting di Telegram.

Jihad Islam, sekutu Hamas, juga turut serta dalam serangan di Israel Selatan pada 7 Oktober lalu, yang menyebabkan 1.200 orang tewas dan lebih dari 250 orang lainnya ditawan. Saat ini, lebih dari 100 tawanan Israel masih diyakini berada di Gaza, meskipun setidaknya 40 di antaranya telah dinyatakan tewas secara in absentia oleh otoritas Israel.

Baca Juga  Peristiwa Sejarah pada 8 September: Dari Hari Aksara Internasional hingga Kematian Ratu Elizabeth II

Sejak gencatan senjata selama seminggu pada bulan November, upaya untuk mengatur gencatan senjata terus gagal, dengan Hamas bersikeras untuk mengakhiri perang secara permanen dan menarik seluruh pasukan Israel dari Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak mengakhiri perang sebelum Hamas dihancurkan.

Sejak 7 Oktober, sudah 37.296 warga Palestina gugur akibat operasi militer Israel di Gaza yang bertujuan untuk menghancurkan Hamas. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. (des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *