Tanah Longsor Enga, Papua Nugini, Pemerintah Ragu Perkiraan Jumlah Korban

Tanah Longsor
Harapan untuk menemukan korban longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini, dalam kondisi hidup sirna.

Sydney – Harapan untuk menemukan korban tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini, dalam kondisi hidup telah pupus. Pada hari keenam pencarian pasca-longsor, Kamis (30/5/2024), upaya pencarian terus berlanjut. Diperkirakan sejumlah besar orang, mulai dari ratusan hingga 2.000 orang, terkubur di bawah reruntuhan dari gunung yang runtuh pada Jumat pekan sebelumnya.

Para korban terkubur di bawah tumpukan material setinggi 8 meter, setara dengan dua lantai bangunan. Kendala-kendala seperti jalur utama yang terputus dan medan sulit mengakibatkan alat berat sulit untuk mencapai lokasi. Oleh karena itu, upaya pencarian korban lebih difokuskan dengan menggunakan peralatan yang tersedia secara terbatas.

“Kami tidak menduga adanya kemungkinan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan saat ini. Oleh karena itu, operasi ini ditujukan untuk mencari jenazah manusia,” ungkap Ketua Komite Bencana Provinsi Enga, Sandis Tsaka, yang dikutip dari Reuters.

Para pejabat terus berusaha untuk memastikan jumlah korban yang terkubur, terutama di Desa Yambali yang berada di lereng gunung yang runtuh.

Baca Juga  Tragedi di Gaza, Lebih dari 34 Ribu Nyawa Melayang dalam Konflik Berkepanjangan

Tsaka juga menambahkan bahwa pemerintah masih meragukan jumlah korban tewas meskipun diperkirakan sangat besar.

“Jumlah korban bisa berkisar antara ratusan hingga 2.000 orang. Saya tidak ingin sepenuhnya mengabaikan kemungkinan angka 2.000 karena ketidakpastian mengenai jumlah orang yang berada di sana saat kejadian. Kami tidak dapat memberikan angka pasti sampai kami menyelesaikan pemetaan sosial,” katanya.

Data mengenai jumlah korban yang disampaikan oleh Pemerintah Papua Nugini kepada PBB didasarkan pada sensus terakhir yang dilakukan pada tahun 2000. Namun, angka tersebut masih akan diperbarui dengan menggunakan data dari pemilu terakhir. Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemimpin lokal untuk memperkirakan jumlah total korban tewas.

Angka yang disampaikan oleh pemerintah berbeda jauh dengan perkiraan badan PBB, yang menyebutkan jumlah korban tewas sekitar 670 orang. Seorang pengusaha lokal yang juga mantan pejabat setempat bahkan menyebutkan angka korban tewas mendekati 160 orang.

Baca Juga  Pemerintah Dorong Lokalisasi Produksi Baterai untuk Mobil Listrik di Indonesia

Hingga saat ini, baru enam jenazah yang berhasil ditemukan, di mana dua di antaranya adalah penduduk yang tidak tinggal di wilayah yang terkena dampak bencana. Hal ini menunjukkan adanya mobilitas tinggi dari penduduk lokal.

Di samping itu, puluhan tentara, insinyur, ahli geologi, dan petugas kesehatan masyarakat telah dikerahkan ke lokasi bencana. Tim pencari mulai menggunakan alat berat untuk membuka akses ke lokasi longsor mulai hari ini.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *