Perbaikan Infrastruktur Tertunda di Islandia, Letusan Gunung Berapi Rusak Pipa Air Panas

Letusan
Letusan Gunung Berapi

Islandia – Pemerintah Islandia resmi mengumumkan keadaan darurat setelah aktivitas letusan gunung berapi merusak pipa-pipa air panas utama di Semenanjung Reykjanes. Dampaknya, warga di kawasan tersebut diimbau untuk membatasi penggunaan air panas dan listrik, sebab proses perbaikan pipa membutuhkan waktu berhari-hari.

“Ada 81 tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan secara geografis, bukan rawan konflik. Tetapi karena lokasinya yang jauh dan terpencil,” kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto melalui Kepala Bagian Ops Kompol Muzhendra di Simpang Empat, Kamis.

Keadaan darurat yang diberlakukan terkait dampak letusan ini mencakup beberapa daerah, seperti Tombang Kecamatan Talamau, Rura Patontang Kecamatan Koto Balingka, Katiagan Mandiangin Kecamatan Kinali, dan Pulau Panjang Kecamatan Sungai Beremas. Polisi setempat sudah menyiapkan sepeda motor trail untuk pengamanan pendistribusian logistik, menghadapi tantangan geografis di wilayah tersebut.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha untuk Pembangunan Infrastruktur

Daerah-daerah rawan ini, selain kendala akses, juga memiliki potensi bencana alam yang dapat memperburuk situasi. Sebanyak 295 personel telah ditugaskan oleh Polres Pasaman Barat untuk mengamankan 1.286 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah, dengan fokus khusus pada 81 TPS yang dianggap rawan.

Pihak berwenang sedang berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan pendistribusian logistik pemilu berjalan dengan lancar dan aman. Meskipun menghadapi kendala, Kepala Polres Pasaman Barat menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024.

“Selama pelaksanaan tugas pengamanan di TPS, seluruh personel agar selalu menjaga keamanan logistik pemilu yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Resolusi Gencatan Senjata di Gaza Disahkan oleh Majelis Umum PBB

Agung Tribawanto juga mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses pemilu berlangsung. Seluruh strategi ini diarahkan untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan partisipasi yang aman dan tertib dalam Pemilu 2024 di Pasaman Barat, Sumatera Barat.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *