Kantor HAM PBB Ungkap Kebrutalan Israel Terhadap Tahanan Palestina, Perlakuan Buruk dan Penyiksaan

Palestina
Kantor PBB

Jakarta – Kepala Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Pendudukan Palestina, Ajith Sunghay, mengecam perlakuan Israel terhadap warga Palestina yang ditahan di Gaza, seraya mendesak agar tindakan kejam dan penghinaan dihentikan.

Sunghay menyatakan bahwa dalam pertemuan dengan beberapa tahanan yang baru dibebaskan, mereka mengakui telah mengalami kekerasan fisik dan pelecehan selama berbulan-bulan penahanan.

“Dalam kunjungan saya di sini, saya berinteraksi dengan sejumlah tahanan yang baru dibebaskan. Mereka merupakan individu yang ditahan oleh Pasukan Keamanan Israel di lokasi yang tidak diketahui, rentang waktu penahanannya antara 30 hingga 55 hari,” ujar Sunghay dalam konferensi pers di Jenewa pada Jumat lalu.

“Para tahanan ini menceritakan kisah pemukulan, penghinaan, perlakuan buruk, dan penyiksaan yang mereka alami. Beberapa di antaranya mengungkap bahwa mereka bahkan ditutup matanya selama beberapa hari secara berurutan,” tambahnya.

Baca Juga  Serangan Udara Israel di Baalbek, Lebanon: Dua Anggota Hizbullah Tewas

Sunghay juga menyoroti laporan mengenai seorang pria yang dibebaskan namun ditemukan hanya mengenakan popok, tanpa pakaian yang memadai, di tengah cuaca dingin.

Ia menekankan bahwa pengakuan para tahanan sesuai dengan data yang telah dikumpulkan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengenai penahanan warga Palestina dalam skala besar. Banyak warga sipil yang ditahan secara rahasia mengalami perlakuan buruk dan tidak mendapatkan akses ke informasi, keluarga, pengacara, atau perlindungan hukum.

Menurut Sunghay, ribuan keluarga terkena dampak dari penahanan ini, namun mereka belum menerima informasi mengenai nasib atau keberadaan orang-orang yang mereka cintai.

“Israel perlu segera mengambil tindakan untuk memastikan bahwa setiap individu yang ditangkap atau ditahan diperlakukan sesuai dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional serta hukum humaniter internasional. Hal ini termasuk penghormatan penuh terhadap hak proses hukum mereka,” tegas Sunghay.

Baca Juga  Hamas Serang Tel Aviv dengan Rudal, Israel Siaga Peringatan

“Ikecuali Israel dapat memberikan alasan keamanan yang jelas untuk setiap orang yang masih ditahan, mereka seharusnya diserahkan ke proses hukum atau dibebaskan,” imbuhnya.

Sunghay menegaskan bahwa semua insiden penganiayaan atau penyiksaan terhadap tahanan harus diselidiki secara menyeluruh dan transparan, dan langkah-langkah harus diambil untuk memastikan pertanggungjawaban serta mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *