Gagalnya Rencana Pembelotan Pilot Taiwan: Tawaran Rp231 Miliar untuk Mendaratkan Helikopter di Kapal Induk China

Pilot Taiwan
Pilot Taiwan ditawarkan uang Rp231 miliar untuk membelot ke China.

Taipei – Seorang pilot tentara Taiwan, Letnan Kolonel Hsieh, baru-baru ini menjadi sasaran tawaran menggiurkan senilai Rp231 miliar untuk membelot dengan mendaratkan helikopter Amerika Serikat di atas kapal induk Angkatan Laut Tentara China. Meskipun demikian, rencana tersebut berhasil digagalkan.

Menurut dakwaan jaksa, Hsieh didekati pada bulan Juni oleh pejabat intelijen China daratan melalui seorang perwira tentara Taiwan yang sudah pensiun. Mereka menawarkan tugas berisiko tinggi: menerbangkan helikopter CH-47 Chinook ke kapal induk China dengan ketinggian rendah sepanjang garis pantai. Sebagai imbalannya, Hsieh dijanjikan pembayaran sebesar Rp100 juta per bulan dan bantuan China untuk evakuasi keluarganya ke Thailand.

Pada awalnya, Hsieh menolak tawaran tersebut karena dianggap terlalu berisiko. Namun, ia akhirnya menerima tawaran setelah imbalan ditingkatkan menjadi Rp231 miliar, termasuk deposit awal sebesar Rp15 miliar. Menurut laporan SMCP pada Kamis (14/12/2023), Hsieh juga mengusulkan agar militer China melakukan latihan di perairan dekat kota Kaohsiung.

Baca Juga  Dukungan Militer, Belanda Umumkan Rencana Kirim F-16 ke Ukraina

Dakwaan menyebutkan bahwa pada bulan Juli, Hsieh mengadakan panggilan video dengan agen China untuk membahas rincian pembelotan. Namun, rencana ini terbongkar setelah jaksa berhasil menangkap Hsieh dan perwira yang terlibat. Informasi tentang upaya pembelotan ini muncul awal pekan ini setelah anggota parlemen mempertanyakan Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng, dalam sebuah pertemuan terkait kelalaian keamanan di militer.

Baca Juga  Hamas Menepis Tuduhan Pemerkosaan Israel sebagai Upaya Putus Asa

Kementerian Pertahanan juga mengeluarkan pernyataan, menyatakan bahwa militer dan agensi keamanan di Taiwan telah melakukan penyelidikan internal dan sepenuhnya bekerja sama dengan yudikatif dalam penyelidikan mereka. Sebelumnya, pekan lalu, jaksa Taiwan telah mendakwa sekelompok perwira aktif dan pensiunan pada 27 November karena diduga melakukan spionase untuk Beijing.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *