Pentingnya Kuil Abraham: Sinagoga IDF di Gaza dan Kembalinya Ibadah Yahudi

Gaza
Israel bangun sinagog di jantung Jalur Gaza saat invasi darat

GazaPasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mendirikan sinagoga di tengah Jalur Gaza selama invasi darat, mengubah salah satu bangunan menjadi tempat ibadah yang mereka namakan Kuil Abraham.

Menurut dokumentasi dari kantor pers pemerintah, sinagoga ini dilengkapi dengan bangku dan meja untuk buku doa para prajurit. Di dalamnya, terdapat tanda yang menunjukkan waktu berdoa yang diperbarui setiap hari.

Pada awal November lalu, tentara IDF melakukan doa di sinagoga abad ke-6 di Gaza, yang menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama dalam hampir dua dekade orang Yahudi diizinkan beribadah di situs suci ini.

Sinagoga kuno di Gaza, yang dibangun pada tahun 508 M selama periode Bizantium, ditemukan pada tahun 1965. Terletak di lokasi yang dulunya merupakan kota pelabuhan Gaza yang ramai, yang dikenal sebagai “Maiuma” atau El Mineh pada saat itu, situs bersejarah ini sekarang berada di distrik Rimal Kota Gaza.

Baca Juga  Media Asing Ramai-ramai Sorot Dukungan RI untuk Palestina

Awalnya diidentifikasi sebagai gereja oleh arkeolog Mesir, sinagoga ini memiliki mosaik luar biasa berukuran tiga meter tinggi dan 1,9 meter lebar. Mosaik ini menampilkan Raja Daud memainkan kecapi dan memberikan wawasan seni dan budaya pada masa itu.

Meskipun awalnya salah diartikan sebagai gambar seorang suci wanita memainkan harpa, mosaik ini kemudian dikaitkan dengan Orpheus, tokoh mitologi Yunani, yang memiliki hubungan dengan Yesus atau Daud dalam seni Bizantium.

Sayangnya, wajah tokoh utama mosaik ini rusak tak lama setelah ditemukan. Setelah Israel merebut Jalur Gaza pada Perang Enam Hari tahun 1967, mosaik ini dipindahkan ke Museum Israel untuk direstorasi dan tetap menjadi bukti kekayaan sejarah wilayah tersebut.

Baca Juga  Israel Siap Lanjutkan Serangan ke Rafah, Netanyahu Minta Evakuasi Warga Sipil

Saat ini, pengunjung dapat mengagumi lantai mosaik sinagoga ini di Museum Orang Samaria yang Baik Hati, dekat Jalan Yerusalem-Jericho, berdekatan dengan pemukiman Israel di Ma’ale Adumim. Salah satu panel paling terkenal di lantai mosaik ini menggambarkan Raja Daud, diidentifikasi dengan prasasti Ibrani bertuliskan “David,” sedang memainkan kecapi di hadapan sekelompok hewan liar jinak.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *