Pasukan Israel Serang Generator Listrik Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Utara, Ancam Nyawa 200 Orang

Rumah Sakit Indonesia
Rumah Sakit Indonesia

Jakarta – Pasukan Israel dilaporkan menyerang generator-listrik Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara pada Kamis malam waktu setempat, demikian diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan di wilayah yang terkepung tersebut.

Juru bicara kementerian, Ashraf al-Qudra, menyatakan dalam sebuah pernyataan singkat, “Rumah sakit tersebut menjadi sasaran tembakan hebat yang menargetkan generator listrik dan sebagian besar bangunan. Nyawa 200 pasien dan staf medis terancam di tengah serangan ini.”

Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari tentara Israel terkait laporan tersebut. Serangan tersebut terjadi beberapa jam sebelum dimulainya jeda kemanusiaan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada Jumat pukul 7 pagi waktu setempat.

Sementara itu, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan di RS Indonesia telah dievakuasi dari rumah sakit tersebut di Gaza utara ke Gaza selatan pada Kamis. Menurut keterangan MER-C yang menaungi ketiga relawan tersebut, mereka saat ini menunggu proses evakuasi untuk keluar dari Jalur Gaza.

Baca Juga  HUT Ke-78 TNI, Dubes RI Untuk Kamboja Rayakan Bersama Diaspora Indonesia

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mengevakuasi tiga relawan tersebut dari Jalur Gaza menuju Mesir. Proses evakuasi direncanakan akan memanfaatkan jeda kemanusiaan yang telah disepakati antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, yang mulai berlaku pada Jumat.

Jeda kemanusiaan ini diharapkan berlangsung selama empat hari, meskipun ada kemungkinan perpanjangan. Serangan Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 perempuan, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut. Sementara itu, korban tewas di pihak Israel diperkirakan sekitar 1.200 orang.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *