Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Empat Orang, Ketegangan dengan Hizbullah Meningkat

Lebanon
Israel meluncurkan serangan ke Lebanon sebagai balasan rudal Hizbullah

Beirut– Sekurangnya empat orang tewas dalam serangan Israel di Desa Beit Yahoun di selatan Lebanon. Eskalasi serangan rudal terjadi akibat keterlibatan Hizbullah yang berusaha membela Gaza. Israel dan Hizbullah, yang mendapat dukungan dari Iran dan merupakan sekutu Hamas, terlibat dalam pertukaran tembakan roket sejak 7 Oktober. Menurut laporan dari Reuters pada Kamis (23/11/2023), militer Israel mengonfirmasi bahwa pesawat tempurnya menyerang infrastruktur Hizbullah di Lebanon.

Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar langsung mengenai laporan keempat korban tewas akibat serangan tersebut. Hamas dan Israel sebelumnya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan syarat pertukaran tawanan. Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah kehilangan kepercayaan dari rakyatnya dan menyebut karier politiknya berada di ujung tanduk.

“Dia sudah hampir tamat. Bahkan rakyat Israel tak lagi mendukung Netanyahu,” ujar Erdogan dalam Forum Bisnis Aljazair-Turki pada Rabu (22/11/2023), sebagaimana dikutip dari Al Jazeera. Erdogan menambahkan bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza memperlihatkan siapa sebenarnya Netanyahu. Ia mengecam serangan brutal yang menargetkan warga sipil tak berdaya di Gaza, dan menilai tindakan tersebut mengungkapkan tujuan Israel dan para pendukungnya.

Baca Juga  Israel Dicatat PBB Atas Dugaan Pelanggaran Anak di Gaza

“Dalam hal ini, sangat penting bahwa kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah Israel tidak boleh luput dari sanksi,” tegas Erdogan. (des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *