Pemimpin Hamas Bantah Bunuh Warga Sipil Israel

Hamas
Pemimpin Hamas bantah akui pembunuhan warga sipil di Israel

London – BBC, lembaga berita terkemuka, telah memverifikasi rekaman CCTV yang mengabadikan momen penembakan yang dilakukan oleh Hamas. Rekaman ini menjadi bagian penting dalam mengungkap apa yang terjadi dalam insiden tersebut. Secara terpisah, pemerintah Israel juga memperlihatkan rekaman kamera tubuh milik Hamas kepada BBC dan jurnalis lainnya.

Berbagai organisasi berita internasional lainnya juga telah mengumpulkan dan memverifikasi bukti-bukti terkait peristiwa tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut.

BBC berusaha untuk mendapatkan tanggapan langsung dari pemimpin Hamas, namun pemimpin tersebut, yang selama wawancara terkadang tampak sopan dan terukur, enggan menjawab pertanyaan secara langsung.

Ketika ditanya apakah sayap politik Hamas mengetahui persiapan serangan tersebut, wakil pemimpin Hamas menyatakan bahwa sayap bersenjata mereka “tidak perlu berkonsultasi dengan pimpinan politik. Tidak perlu.”

Baca Juga  Kenaikan Pangkat Kontingen Garuda TNI AL di Lebanon

Sayap politik Hamas, yang berbasis di Qatar, sering kali menampilkan dirinya sebagai entitas yang beroperasi secara terpisah dari kekuatan militer di Gaza.

Pemerintah Inggris telah mengambil sikap tegas terkait masalah ini. Mereka telah melarang sayap politik Hamas sebagai organisasi teroris pada tahun 2021. Pemerintah Inggris menganggap Hamas sebagai organisasi teroris yang kompleks namun tunggal, tanpa membedakan antara sayap politik dan militernya.

Tidak hanya itu, Khaled Meshaal Marzouk, yang merupakan salah satu pemimpin Hamas, telah terdaftar sebagai teroris global yang ditetapkan secara khusus oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Ia didakwa atas beberapa tuduhan mengoordinasi dan mendanai kegiatan Hamas.

Baca Juga  Delegasi Hamas Evaluasi Proposal Israel tentang Gencatan Senjata di Gaza

Perkembangan ini terus menjadi sorotan internasional dan menjadi topik diskusi di berbagai forum diplomatik. BBC akan terus memberikan liputan mendalam terkait isu ini.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *